KPTN-KTI Matangkan Musyawarah Anggota 2025–2027: Tegaskan Komitmen Bangkitkan PTN Kawasan Timur
Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru -Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat perguruan tinggi di wilayah timur Nusantara melalui pertemuan teknis persiapan Musyawarah Anggota periode 2025–2027. Pertemuan strategis ini digelar di Hotel Roditha Banjarbaru dan dihadiri pimpinan serta perwakilan PTN dari berbagai provinsi di kawasan timur Indonesia.
Direktur Eksekutif KPTN-KTI, Dr. Andi Ilham Makhmud, M.M. (Universitas Hasanuddin), membuka forum dengan menekankan urgensi pembaruan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) yang terakhir diperbarui pada 2019. “Struktur organisasi perlu kita tata ulang agar lebih responsif terhadap dinamika pendidikan tinggi saat ini,” tegasnya. Ia menyebut musyawarah anggota yang dijadwalkan Agustus–September mendatang akan menjadi momentum penting untuk memperkuat arah strategis konsorsium.
Sejak berdiri pada 1993, KPTN-KTI telah menjadi wadah utama dalam mendorong kesetaraan akses, kualitas, dan daya saing perguruan tinggi di 153 kabupaten/kota kawasan timur Indonesia. Konsorsium ini diharapkan terus bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan stakeholder lainnya untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Ketua Presidium KPTN-KTI sekaligus Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., menyatakan bahwa ketimpangan antara perguruan tinggi kawasan timur dan barat masih terasa, namun tren kemajuan mulai terlihat. “Kita mulai mengejar dalam riset dan akreditasi. Fokus kita sekarang adalah penjaminan mutu, internasionalisasi, dan sinergi riset lintas kampus,” ujarnya.
Prof. Ahmad juga menyoroti pentingnya pemetaan data keahlian dosen berbasis wilayah dan penguatan jejaring regional seperti KUB (Kalimantan–Indonesia–Malaysia–Brunei), terutama menjelang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Agenda utama musyawarah mendatang mencakup:
- Revisi dan pengesahan AD/ART
- Penunjukan kepengurusan baru
- Penguatan sistem penjaminan mutu dan akreditasi
- Pemanfaatan data keilmuan dosen untuk riset kolaboratif
- Penyusunan roadmap kerja sama internasional dan regional
Dengan semangat kolaboratif dan visi yang kuat, KPTN-KTI berharap dapat menjadikan perguruan tinggi di Indonesia timur sebagai pilar utama dalam pembangunan nasional.
“Masa depan Indonesia ada di timur, dan KPTN-KTI siap menjadi penggeraknya,” pungkas Prof. Ahmad dengan penuh keyakinan. (Nd_234)






