ASTA 2025: Gerakan Nasional Peduli Sampah Dimulai dari Kampus, ULM Banjarbaru Jadi Pusat Perayaan
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82
Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan gerakan ASTA 2025: Aksi Peduli Sampah Nasional yang berfokus pada kampus dan sekolah sebagai pionir lingkungan bersih dan bebas sampah. Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi pusat perayaan yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa kampanye ini merupakan sinergi antara KLH/BPLH, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kesadaran dan tindakan nyata dalam pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan,” ujar Hanif saat membuka acara di Auditorium ULM, Sabtu (15/3/2025) pagi.
Sebanyak 2.137 peserta dari delapan universitas, termasuk Universitas Syiah Kuala, Universitas Hasanuddin, Universitas Cenderawasih, Universitas Brawijaya, Universitas Pattimura, Universitas Udayana, dan Universitas Nusa Cendana, berpartisipasi dalam program ini. Selain itu, 56 sekolah dasar dan menengah turut serta dalam aksi peduli lingkungan ini.
Hanif memaparkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Dengan 56,63 juta ton sampah per tahun, sebanyak 60,99% belum terkelola dengan baik. Sampah sisa makanan (39,87%) dan plastik (19,16%) menjadi penyumbang terbesar, sehingga perlu langkah konkret berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Fauzan menyoroti peran perguruan tinggi sebagai penggerak perubahan perilaku dalam mengelola sampah.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi dalam mencari solusi atas permasalahan lingkungan,” tegasnya.
Rektor ULM Prof. Ahmad Alim Bachri menyatakan kesiapannya menjadikan kampus sebagai mitra strategis pemerintah dalam edukasi pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai simbol komitmen bersama, Menteri Lingkungan Hidup juga mengukuhkan Kader Lingkungan Generasi Muda, serta meninjau stand inovasi mahasiswa ULM yang menampilkan produk berbasis daur ulang.
Melalui ASTA 2025, diharapkan gerakan peduli sampah ini menjadi tonggak perubahan, membangun budaya sadar lingkungan, serta menciptakan masa depan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Nd_234)






