Rilis Akhir Tahun Polda Kalsel 2025: Kriminalitas Turun, 234 Tersangka Diamankan dan Polisi Raih Kompolnas Awards

Screenshot_2025-12-30-20-53-16-84_7352322957d4404136654ef4adb64504~2

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru –  Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam konferensi pers rilis akhir tahun yang digelar di Mapolda Kalsel, Selasa (30/12/2025). Paparan ini menunjukkan tren positif keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Lambung Mangkurat.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan bahwa salah satu keberhasilan utama sepanjang 2025 adalah turunnya angka kriminalitas. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi pendekatan preventif serta operasi penegakan hukum terpusat, salah satunya melalui Operasi Sikat Intan II 2025.

Dalam operasi tersebut, Polda Kalsel berhasil mengungkap 95 kasus dengan mengamankan 234 tersangka, capaian yang melampaui target awal hingga lima kali lipat. Operasi ini menyasar premanisme, perjudian, hingga peredaran minuman keras ilegal.

“Ini menjadi bukti komitmen kami dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat,” ujar Kapolda.

Tak hanya di bidang penegakan hukum, tahun 2025 juga menjadi tonggak penting keterlibatan Polda Kalsel dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Melalui pemanfaatan lahan basah untuk penanaman jagung serta budidaya ikan, Polda Kalsel berkontribusi langsung pada ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Atas capaian tersebut, Polda Kalsel meraih Kompolnas Awards 2025 untuk kategori Polda Kelompok B Terbaik.

“Kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir dalam pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan sebagai wujud sinergi Polri dengan masyarakat,” kata Yudha.

Di bidang lalu lintas, Polda Kalsel mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 36 persen, berkat optimalisasi penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta edukasi lalu lintas yang dilakukan secara masif, termasuk ke lingkungan sekolah.

Sementara dalam pemberantasan narkoba, sinergi dengan BNNP Kalsel berhasil membongkar puluhan jaringan narkotika besar dengan barang bukti mencapai puluhan kilogram sabu.

Dari sisi internal institusi, Kapolda menegaskan komitmen penegakan disiplin dan integritas personel. Sepanjang 2025, Polda Kalsel menjatuhkan berbagai sanksi tegas hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap personel yang melanggar, baik secara pidana maupun kode etik.

Pelanggaran tersebut mencakup kasus narkotika, ketidakprofesionalan, hingga tindak pidana berat seperti pembunuhan yang melibatkan oknum anggota Polres Banjarbaru berinisial MS, yang telah resmi dipecat dari Kepolisian melalui sidang kode etik pada Senin (29/12/2025).

“Artinya, kami konsisten menindak tegas tanpa pandang bulu. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Yudha.

Ia memastikan seluruh kasus menonjol, termasuk yang melibatkan anggota Polri, ditangani secara transparan dan terbuka terhadap pengawasan publik.

Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Kalsel menegaskan komitmen Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepercayaan publik.

“Tugas kami bukan hanya memenjarakan orang, tetapi memastikan masyarakat merasa aman saat tidur dan tenang saat bekerja,” pungkasnya.

Dengan situasi kamtibmas yang kondusif, Kalimantan Selatan optimistis menatap tahun 2026 sebagai daerah yang lebih aman, stabil, dan siap mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional. (Nd_234)

 

You cannot copy content of this page