Gempur Narkoba di Banua! Polda Kalsel Ungkap 40,4 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Lewat Operasi Antik Intan 2025
Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui Operasi Antik Intan 2025. Dalam konferensi pers yang digelar di Banjarbaru, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. membeberkan hasil operasi yang melibatkan jaringan besar narkoba lintas provinsi.
Operasi gabungan yang melibatkan Ditresnarkoba dan jajaran Polres serta Polresta se-Kalsel tersebut berhasil menyita barang bukti dalam jumlah mencengangkan:
- 40.408,51 gram (40,4 kg) sabu
- 13.066 butir ekstasi
- 126,79 gram serbuk ekstasi
- 126,04 gram ganja
- 250 butir psikotropika
- 386 butir Carnophen
Tak hanya itu, sebanyak 212 orang tersangka turut diamankan dalam operasi yang digelar selama 14 hari, sejak 17 hingga 30 Juni 2025. Mereka terdiri atas 197 laki-laki dan 15 perempuan, yang terlibat langsung dalam jaringan peredaran narkoba.

“Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi menyangkut penyelamatan generasi muda. Kalimantan Selatan tidak boleh menjadi ladang subur bagi pengedar dan bandar narkoba,” tegas Kapolda Rosyanto Yudha dalam keterangannya.

Barang bukti tersebut diketahui berasal dari jaringan lintas provinsi, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jakarta, Jawa Timur, hingga Kalimantan Selatan sendiri. Bahkan, sebagian di antaranya terhubung dengan sindikat besar Fredy Pratama yang hingga kini masih berstatus DPO, dan teridentifikasi aktif di wilayah Surabaya dan Kalimantan Barat.
Operasi ini menargetkan 66 target operasi (TO) dan 119 kasus non-TO, menjadikannya sebagai salah satu pengungkapan narkoba terbesar di Kalsel dalam beberapa tahun terakhir.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Brigjen Pol Golkar Pangarso Raharjo Winarsadi, yang memberikan apresiasi tinggi atas sinergi aparat penegak hukum dalam menekan peredaran narkotika. Hadir pula Ketua DPRD Provinsi Kalsel serta sejumlah pejabat utama Polda Kalsel.
Dengan hasil ini, Operasi Antik Intan 2025 menjadi simbol nyata perlawanan terhadap bahaya narkoba di Banua. Aparat menegaskan akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor serta mendorong peran aktif masyarakat untuk turut memerangi ancaman laten narkotika. (Nd_234)






