Gubernur Muhidin Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Rp15 Miliar Dibawa KRI Hiu-634 ke Pulau-Pulau Terluar Kalsel

0
IMG-20260609-WA0014-1024x682

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin -Semangat menjaga kedaulatan negara kembali bergema dari Dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin secara resmi melepas pelayaran Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hiu-634 yang mengemban misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, Selasa (9/6/2026).

Dalam ekspedisi tersebut, sebanyak Rp15 miliar uang rupiah layak edar dibawa menuju lima pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Kalimantan Selatan, yakni Pulau Karasian, Pulau Karayaan, Pulau Merabatuan, Pulau Matasiri, dan Pulau Laut Timur.

Pelepasan ekspedisi berlangsung khidmat. Di tengah semilir angin laut dan deru mesin kapal perang, Gubernur Muhidin melambaikan tangan saat KRI Hiu-634 perlahan meninggalkan dermaga. Kapal yang dikomandani Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro itu membawa personel TNI Angkatan Laut dan petugas Bank Indonesia yang siap menjalankan misi pelayanan negara hingga ke pelosok kepulauan.

Menurut Gubernur Muhidin, Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar distribusi uang baru, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat di wilayah terpencil memperoleh akses yang sama terhadap uang rupiah layak edar.

“Program ini sangat penting karena tidak hanya mendistribusikan uang rupiah layak edar, tetapi juga menunjukkan komitmen negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ujar Muhidin.

Ia menegaskan, kehadiran rupiah di wilayah 3T memiliki arti strategis dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa. Melalui program ini, uang yang sudah rusak dan tidak layak edar akan ditarik untuk digantikan dengan uang baru yang lebih layak digunakan masyarakat.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk mendoakan kelancaran perjalanan para personel TNI AL dan Bank Indonesia yang bertugas dalam ekspedisi tersebut.

“Kita doakan bersama agar seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lancar, selamat sampai tujuan, serta kembali dengan selamat,” katanya.

Selain membawa uang rupiah layak edar, tim ekspedisi juga akan memberikan edukasi mengenai penggunaan sistem pembayaran digital QRIS kepada masyarakat di pulau-pulau tujuan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap pemanfaatan transaksi digital dapat semakin berkembang seiring peningkatan akses dan infrastruktur jaringan internet di wilayah kepulauan.

Dalam kesempatan itu, Muhidin mengungkapkan bahwa peredaran uang di Indonesia saat ini mencapai sekitar Rp1.300 triliun, sementara pada momentum hari raya perputaran uang dapat menembus Rp180 triliun. Karena itu, program ERB menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Muhammad Anwar Bashori, menegaskan bahwa penyediaan uang kartal yang berkualitas dan terpercaya hingga ke pelosok negeri merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan secara konsisten.

Menurutnya, sejak tahun 2012 Bank Indonesia telah melaksanakan program ekspedisi kas keliling dan berhasil menjangkau hampir 700 pulau di Indonesia. Pada tahun 2026, BI menargetkan distribusi uang layak edar ke sekitar 650 hingga 670 pulau.

“Negara harus hadir untuk memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar mendapatkan akses yang sama terhadap uang rupiah layak edar sebagaimana masyarakat di kota-kota besar,” tegas Anwar Bashori.

Ia menjelaskan, masih banyak ditemukan uang lusuh, memudar, bahkan sulit dikenali nominalnya di sejumlah wilayah terpencil. Karena itu, layanan kas keliling menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas uang sekaligus memperkuat kedaulatan rupiah di wilayah perbatasan dan kepulauan.

Anwar Bashori juga menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut yang selama ini mendukung distribusi uang hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Menurutnya, sinergi antara BI dan TNI AL menjadi bukti nyata kolaborasi negara dalam menghadirkan pelayanan bagi masyarakat di wilayah terluar Indonesia.

Turut hadir dalam pelepasan ekspedisi tersebut Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Muhammad Anwar Bashori, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawa, Kabinda Kalsel Kombes Pol. Sentot Adi Dharmawan, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, serta Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah.

Menjelang akhir acara, suasana hangat tercipta saat Gubernur Muhidin menerima cinderamata dari Bank Indonesia yang diserahkan langsung oleh Muhammad Anwar Bashori didampingi Danlanal Banjarmasin. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan rupiah hingga ke pelosok Nusantara.

Dengan mengarungi laut menuju pulau-pulau terluar Kalimantan Selatan, KRI Hiu-634 tak hanya membawa uang rupiah, tetapi juga membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. (Adpim/Nd_234)

 

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page