Dua Tim SMK Negeri 1 Paringin Raih Juara di Ajang LKTIN MotoGPE ULM 2025

20251008_185252-COLLAGE

Jelajah Kalimantan, Paringin – Dua tim dari SMK Negeri 1 Paringin kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Mereka berhasil meraih juara dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Moment of General Physics Education (MotoGPE) yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Kedua tim yang tergabung dalam Electriciteam SMKN 1 Paringin tersebut menunjukkan semangat besar untuk berinovasi dan menginspirasi. Mereka berhasil menembus babak final dan bersaing dengan 10 tim terbaik dari berbagai sekolah di Indonesia.

Pembimbing utama, Suhada, pada Rabu (8/10/2025) menyampaikan bahwa kedua tim membawa karya dengan gagasan berbeda namun sama-sama berorientasi pada solusi dan teknologi.

“Tim A dengan karya Tongkat Andalan Guna Hambatan Tunanetra (TANGGUH) memberikan solusi kreatif bagi penyandang tunanetra dan berhasil meraih Juara Harapan 1,” ungkap Suhada.

Tim A beranggotakan Muhammad Rifky Maulana, Muhammad Rafi Alivy, dan Muhammad Nafis Riski.

Sementara itu, “Tim B yang terdiri dari Keila Mohammad Aqilqa, Novi Norsfa, dan Yuda Afrizal, dengan gagasan Alat Perbaikan Faktor Daya Berbasis Mikrokontroler (ALFADO), tampil gemilang dan berhasil mengamankan posisi Juara 2,” tambahnya.

Menurut Suhada, capaian tersebut tidak lepas dari peran dua anggota senior Electriciteam, Ahmad Hasan dan Mustika, yang menjadi pendamping teknis bagi para peserta muda. Keduanya kini duduk di kelas XII dan telah berpengalaman luas dalam berbagai ajang karya tulis ilmiah.

LKTIN MotoGPE sendiri menjadi agenda tahunan yang rutin diikuti oleh Electriciteam sejak tahun 2019. Hebatnya, setiap keikutsertaan tim dari SMKN 1 Paringin selalu berhasil membawa pulang predikat juara, menandakan proses regenerasi dan pembinaan yang berjalan baik.

“Proses panjang menuju kemenangan ini dipenuhi kerja keras, latihan tanpa henti, serta tekad yang kuat. Tidak jarang mereka menghadapi kendala, mulai dari kesalahan kecil saat presentasi hingga tantangan berat di sesi tanya jawab,” tutur Suhada.

Namun, lanjutnya, setiap hambatan justru dijadikan batu pijakan untuk berimprovisasi dan semakin memahami karya yang diangkat. Inovasi mereka dalam menampilkan presentasi bergaya drama percakapan antar anggota tim pun mendapat apresiasi khusus dari dewan juri karena dinilai unik dan komunikatif.

Selain dukungan para guru pembimbing, keberhasilan ini juga didorong oleh LightCommunity21 komunitas alumni listrik SMKN 1 Paringin yang berfokus pada pendidikan vokasi bermakna serta Sintelnas97, komunitas siswa teladan nasional tahun 1997 yang menjadi donatur tetap.

Koordinator Sintelnas97, Indra Purnama, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Kemenangan bukan hanya tentang gelar juara. Lebih dari itu, ia adalah simbol kerja keras, kebersamaan, dan keberanian untuk berkarya. SMKN 1 Paringin telah membuktikan bahwa sekolah vokasi mampu bersaing di level nasional,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bersama bagi para siswa, guru, alumni, serta seluruh keluarga besar SMK Negeri 1 Paringin, yang kini semakin percaya diri untuk melangkah lebih jauh dan terus menciptakan inovasi bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis Dayat 
Editor Nando 


 

You cannot copy content of this page