Dari Bantaran Sungai ke Panggung ASEAN, Mahasiswi ULM Sabet Dua Penghargaan Internasional
Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat di kancah global. Ayesha Adara Huwaidha, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik angkatan 2023, sukses mengharumkan nama kampus setelah meraih penghargaan dalam program CAYE ASEAN #4 yang digelar di Singapura dan Malaysia pada 6–10 April 2026.
Dalam ajang tersebut, Ayesha berhasil meraih 2nd Best Presenter (individual award) serta bersama timnya meraih 3rd Best Team, di tengah persaingan delegasi dari berbagai negara di kawasan ASEAN. Ia juga menjadi satu-satunya delegasi asal Kalimantan Selatan yang tampil dalam program tersebut.
CAYE ASEAN merupakan program pengembangan kepemimpinan dan inovasi yang menggabungkan diskusi, kompetisi, hingga eksplorasi lintas budaya. Para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari focus group discussion (FGD), penyusunan gagasan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), hingga presentasi solusi inovatif dalam bahasa Inggris di hadapan dewan juri internasional.
Dalam kompetisi ini, Ayesha bersama timnya mengangkat isu SDGs 1 (No Poverty) melalui karya berjudul “Poverty Above Water: Environmental Resilience Strategy to Achieve SDGs 1”. Ia mengangkat fenomena lokal khas Kalimantan Selatan, yakni kemiskinan di wilayah bantaran sungai.
“Fenomena ‘kemiskinan di atas air’ ini tidak hanya tentang rendahnya pendapatan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, sanitasi, pendidikan, dan layanan publik. Saya bangga bisa membawa isu dari daerah saya ke forum ASEAN,” ungkap Ayesha.
Persiapan menuju ajang internasional ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan, mencakup riset mendalam, diskusi lintas tim, hingga latihan presentasi. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyatukan pemikiran dalam tim yang berasal dari latar belakang berbeda.
“Perbedaan waktu, kesibukan, dan sudut pandang cukup menantang. Namun dari situ saya belajar beradaptasi, berkomunikasi lebih efektif, dan menemukan titik tengah,” tambahnya.
Selain kompetisi, Ayesha juga berkesempatan melakukan kunjungan akademik dan berdiskusi dengan civitas akademika dari sejumlah universitas ternama dunia, seperti National University of Singapore, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, hingga Universiti Kuala Lumpur. Pengalaman tersebut semakin memperkaya wawasan global serta meningkatkan kemampuan komunikasi internasionalnya.
Keikutsertaan Ayesha dalam program ini berawal dari inisiatif pribadi untuk menantang diri mengikuti kompetisi tingkat internasional. Meski tanpa pendampingan formal, ia tetap mendapatkan dukungan dari para dosen di lingkungan program studinya.
“Pengalaman ini bukan hanya tentang belajar, tapi juga mengalami langsung prosesnya. Saya berharap ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba peluang di tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Capaian yang diraih Ayesha menjadi bukti bahwa mahasiswa ULM mampu bersaing di tingkat global dengan membawa perspektif lokal yang relevan dan berdampak. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa dari Banua, generasi muda dapat melangkah ke panggung dunia dan menghadirkan perubahan melalui gagasan inovatif. (Nd_234)






