ULM Buka Jalur Khusus Disabilitas dan Tahfiz Al-Qur’an pada Seleksi Mandiri 2026, Wujudkan Kampus Inklusif dan Berkeadilan

0
WhatsApp-Image-2022-12-28-at-15.17.47

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan dengan membuka jalur khusus bagi penyandang disabilitas serta penghafal Al-Qur’an (tahfiz) pada Seleksi Mandiri Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya ULM dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus maupun prestasi di bidang keagamaan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi ULM, Yusuf Azis, mengatakan bahwa pembukaan jalur khusus tersebut merupakan bentuk nyata komitmen universitas dalam menciptakan akses pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Jalur khusus ini sebagai komitmen kampus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa berkebutuhan khusus serta mereka yang memiliki prestasi tahfiz Al-Qur’an,” ujarnya.

Meski memperoleh kesempatan melalui jalur khusus, seluruh peserta tetap diwajibkan mengikuti Ujian Tulis Mandiri Berbasis Komputer (UTMBK) sebagai bagian dari proses seleksi akademik. Khusus bagi peserta penyandang disabilitas, ULM akan menyediakan pendampingan selama pelaksanaan ujian guna memastikan proses seleksi berjalan nyaman, aman, dan aksesibel.

Sementara itu, calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur tahfiz Al-Qur’an harus mengikuti tes kemampuan hafalan Al-Qur’an. Mereka juga diwajibkan melampirkan sertifikat atau bukti kelulusan tahfiz yang diterbitkan lembaga resmi serta menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk terus melakukan murojaah atau menjaga hafalan selama menempuh pendidikan di ULM.

Menurut Yusuf Azis, keberadaan mahasiswa tahfiz di lingkungan kampus tidak hanya menjadi bagian dari penguatan karakter religius, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan prestasi ULM pada berbagai kompetisi keagamaan tingkat nasional.

Salah satunya adalah ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional yang diselenggarakan setiap dua tahun oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Mereka ini disiapkan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) yang diselenggarakan setiap dua tahun oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ungkapnya.

Tak hanya membuka akses masuk perguruan tinggi, ULM juga berupaya mendukung keberlanjutan studi mahasiswa penyandang disabilitas melalui berbagai program bantuan pendidikan. Di antaranya beasiswa dari PT Bayan Peduli serta program Beasiswa ADik Disabilitas yang diselenggarakan pemerintah.

Melalui jalur khusus ini, ULM berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang semakin ramah disabilitas, inklusif, serta mampu mengakomodasi beragam potensi dan prestasi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang. Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud nyata peran ULM dalam menghadirkan pendidikan yang setara dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa. (Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page