Viral! Ratu Sedunia Klaim Pewaris Kerajaan Surya Loka dan Warisan Berlian 57 Kg untuk Indonesia

Screenshot_2025-02-10-09-01-36-42_1c337646f29875672b5a61192b9010f9~2

Jelajah Kalimantan News, Jakarta – Dunia maya kembali gempar dengan kemunculan sosok perempuan yang mengaku sebagai Ratu Sedunia. Dalam video TikTok yang beredar luas, ia mengklaim sebagai pewaris Kerajaan Surya Loka Langit, kerajaan yang disebutnya memiliki kaitan dengan Mataram Kuno. Sang ratu bahkan menyebut akan mencairkan warisan besar di 17 negara, termasuk Indonesia.

Tampil mencolok dengan pakaian hijau lumut penuh atribut, ia membawa tongkat dan mengenakan kartu identitas yang tersemat di bajunya. Dalam videonya, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap Indonesia dan Amerika terkait warisan yang, menurutnya, belum terealisasi dengan benar.

“Saya adalah pewaris Kerajaan Surya Loka Langit, kerajaan Mataram Kuno, dan terakhir, tanda tangan kepada Ir. Soekarno. Saya akan mencairkan uang perjanjian di 17 negara,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung soal berlian merah seberat 57 kilogram yang, katanya, merupakan warisan dari John F. Kennedy kepada Ibu Pertiwi pada tahun 1957. Berlian itu, menurutnya, adalah bukti pengalihan harta dari Jerman ke Indonesia.

“John Kennedy menyerahkan berlian merah seberat 57 kg sebagai tanda perjanjian dengan Ibu Pertiwi. Ini adalah bukti nyata yang saya bawa,” lanjutnya.

Selain itu, ia membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut bahwa istilah “RI 1” bukan merujuk pada presiden, melainkan pada Ibu Pertiwi, sosok ratu yang mengawali kehidupan di muka bumi.

“RI 1 itu bukan kepresidenan. Itu merujuk pada Ibu Pertiwi, ratu pertama yang mendirikan kerajaan Sulaiman,” katanya.

Ia juga menyampaikan kritik tajam kepada pihak-pihak yang menurutnya menguasai ekonomi Indonesia, yang disebut sebagai “Sembilan Naga”. Ia merasa kesal karena, menurutnya, warisan Indonesia justru dikuasai pihak asing.

“Warisan Indonesia dikuasai oleh sembilan naga, bukan pribumi. Itu sebabnya saya marah kepada Hans Sanjaya, yang mewakili pangeran kuning anak Sunan Gunung Jati,” tegasnya.

Tidak berhenti di situ, sang ratu juga menyindir pemerintahan SBY dan Jokowi terkait pencetakan uang yang menurutnya melanggar aturan PBB. Ia menolak memberikan tanda tangan untuk legitimasi keuangan yang diminta oleh pihak-pihak tersebut.

“Saya tidak mau tanda tangan untuk urusan Jokowi dan SBY. Mereka melanggar aturan PBB, mencetak uang baru, lalu meminta persetujuan saya,” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan urusan di beberapa negara, ia mengaku memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Namun, ia tetap menegaskan bahwa semua keputusannya diambil demi melindungi anak cucu bangsa Indonesia.

“Saya tidak mau mengkhianati anak cucu saya di muka bumi, terutama di Indonesia. Dunia lain sudah saya sempurnakan, tapi Amerika kelewatan mencetak uang melebihi kapasitas,” tutupnya.

Pernyataan sosok ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Ada yang menganggapnya sebagai hal menggelikan, namun tak sedikit pula yang penasaran dengan fakta di balik klaim-klaim tersebut. Benarkah ada warisan besar yang disimpan untuk Indonesia? Atau ini hanya sekadar kontroversi belaka? Waktu yang akan menjawab. (*/Nd_234)

 

You cannot copy content of this page