SIGAB, Terobosan Digital BPBD Balangan untuk Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana

IMG-20250909-WA0048

Jelajah Kalimantan News, Paringin – Kabupaten Balangan termasuk wilayah rawan bencana, mulai dari banjir, longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat agar lebih tanggap menghadapi situasi darurat.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Jumaidil Hairi, memperkenalkan SIGAB (Sistem Informasi Penanggulangan Bencana) sebagai strategi baru penyebaran informasi kebencanaan yang cepat, interaktif, dan berbasis digital.

Dalam paparannya pada Diklat Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2025, Selasa (9/9/2025), Jumaidil mengungkapkan bahwa metode konvensional seperti leaflet, poster, dan spanduk masih mendominasi edukasi kebencanaan, namun dinilai belum optimal menjangkau masyarakat luas.

“Lemahnya pemanfaatan teknologi digital dalam penyebaran informasi berdampak pada rendahnya partisipasi masyarakat serta tingginya risiko bencana,” jelasnya.

Melalui SIGAB, BPBD Balangan melakukan transformasi digital dengan menghadirkan platform yang menyajikan informasi bencana secara cepat, tepat, dan mudah dipahami. Konten akan disebarkan melalui berbagai kanal digital, khususnya media sosial, sehingga dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Adapun langkah utama pengembangan SIGAB meliputi pembentukan Tim Media SIGAB, pelatihan aparatur BPBD dalam pengelolaan media digital, pengembangan platform interaktif, serta produksi konten edukatif kebencanaan.

“SIGAB bukan hanya platform digital, melainkan strategi perubahan untuk membangun budaya kesiapsiagaan berbasis komunitas secara berkelanjutan,” tegas Jumaidil.

Lebih jauh, SIGAB ditargetkan mampu meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sekaligus menurunkan Indeks Risiko Bencana (IRB) di Kabupaten Balangan. Dengan demikian, BPBD tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga lebih profesional dalam menyajikan layanan informasi kebencanaan.

“Dengan SIGAB, pola komunikasi akan lebih efektif dan partisipatif. Harapannya, masyarakat menjadi lebih sadar, tanggap, dan siap menghadapi bencana. Ini langkah penting menuju Balangan tangguh bencana,” pungkas Jumaidil.

Reporter Dayat
Editor Nando

 

You cannot copy content of this page