Rubiansyah, Atlet Disabilitas Balangan yang Tembus Peparnas dan Raih Gelar Sarjana Pertanian

IMG-20250813-WA0058

Jelajah Kalimantan News, Paringin – Keterbatasan fisik tak menghalangi langkah Rubiansyah untuk menorehkan prestasi ganda: mengharumkan nama Balangan di arena olahraga nasional sekaligus meraih gelar Sarjana Pertanian. Atlet bulutangkis National Paralympic Committee (NPC) Balangan ini resmi lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai, Kalimantan Selatan, pada 2025.

Pria kelahiran Lampihong Selatan, Kecamatan Lampihong, ini mengaku awalnya tak pernah membayangkan menjadi atlet maupun sarjana. “Dulu saya minder. Tinggal di kampung, bulutangkis juga jarang dimainkan. Tapi setelah mencoba, saya malah jatuh cinta,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Karier olahraganya dimulai saat bergabung dengan NPC Balangan. Selain bulutangkis, ia juga menjajal cabang atletik nomor lempar. Prestasinya mulai bersinar di Peparprov Hulu Sungai Selatan 2022 dengan meraih medali emas ganda putra, perak tunggal putra, dan perunggu ganda putra. Tahun berikutnya, ia dipanggil ke Pelatprov untuk berlaga di Peparnas Solo 2024, menembus 8 besar ganda putra dan 32 besar tunggal putra. Tahun ini, Rubiansyah tengah bersiap menghadapi Peparprov Tanah Laut 2025.

Di tengah kesibukan latihan, ia berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Agroteknologi STIPER Amuntai. Penelitiannya berjudul Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Padat Kotoran Burung Puyuh (POP) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) menjadi karya ilmiah yang mengantarnya menyandang gelar S.P.

Tak mudah menjalani peran ganda sebagai atlet dan mahasiswa. “Kadang kurang tidur karena latihan dan tugas kuliah. Tapi dukungan ibu saya, pengurus NPC seperti Bapak dr. Ferry, dan para pelatih membuat saya kuat,” ungkapnya.

Bagi Rubiansyah, pencapaian ini adalah awal dari perjalanan baru. Ia berharap bisa mendapatkan pekerjaan tetap melalui formasi khusus penyandang disabilitas dan, jika memungkinkan, melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Pesan yang ia sampaikan sederhana namun penuh makna: “Jangan pernah malu terhadap kekurangan. Tuhan sudah mengatur jalan hidup masing-masing.”

Penulis: Dayat

Editor: Nd_234

 

You cannot copy content of this page