Jalan Rusak di Palangkaraya Tak Kunjung Diperbaiki, LSM: Desak Dinas PUPR Kalteng Bertindak

oplus_0

oplus_0

Jelajah Kalimantan News, Palangkaraya – Kota Palangkaraya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, tengah menghadapi persoalan serius terkait kerusakan jalan provinsi yang tak kunjung diperbaiki secara maksimal sejak Desember 2020. Salah satu ruas yang menjadi sorotan adalah Jalan RTA Milono menuju kawasan Sebangau, yang kini kondisinya semakin memburuk dan membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan jalan yang terus berlanjut selama lima tahun terakhir ini menimbulkan keresahan warga. Proyek perbaikan sementara melalui metode tambal sulam atau patching yang kerap dilakukan dinilai tidak menyelesaikan inti permasalahan. Jalan tetap berlubang, tidak rata, dan rawan kecelakaan.

Ketua LSM Gerakan Pemuda Mandau Telabang Pancasila, Tornado SH, menyampaikan keprihatinannya saat melintasi jalan tersebut. Ia menegaskan pentingnya perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah.

Jalan yang rusak parah telah mengganggu mobilitas warga, pengangkutan logistik, dan roda ekonomi lokal. Sudah saatnya Dinas PUPR turun tangan secara konkret, bukan hanya tambal sulam,” tegas Tornado.

Sejumlah warga juga menyuarakan hal serupa. Mereka menilai pemeliharaan jalan selama ini tidak maksimal dan tidak menunjukkan hasil signifikan, meskipun dana pemeliharaan rutin dialokasikan setiap tahunnya.

Kami tiap hari lewat jalan berlubang yang bisa mencelakakan. Biaya perbaikan kendaraan juga naik gara-gara kondisi jalan seperti ini,” keluh salah seorang warga yang ditemui di lokasi.

Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah provinsi segera mengalokasikan anggaran yang cukup untuk perbaikan menyeluruh, bukan hanya penanganan sementara. Mereka juga mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar pemeliharaan jalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Infrastruktur jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Jangan sampai kerusakan ini terus dibiarkan tanpa solusi yang nyata,” pungkas Tornado.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas PUPR Kalimantan Tengah. (Nd_234)

 

 

 

 

 

 

 

 

You cannot copy content of this page