ULM Dipercaya Kelola 611 Hektare Mangrove di Kotabaru, Siap Jadi Laboratorium Mangrove Tropis Indonesia

0
1003149320

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi strategis di tingkat nasional. Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, mengungkapkan bahwa kampusnya menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk mengelola kawasan hutan mangrove.

Kepercayaan tersebut diberikan dalam bentuk perizinan berusaha pemanfaatan hutan mangrove seluas 611 hektare yang berada di wilayah Kabupaten Kotabaru.

Menurut Rektor, seluruh dokumen kelayakan pengelolaan telah diserahkan dan diterima oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.

“Alhamdulillah, seluruh dokumen sudah selesai dan diterima. Ini menjadi langkah besar bagi ULM dalam mengelola kawasan mangrove secara berkelanjutan,” ujarnya, Kamis pagi (2/4/2026) saat ditemui di rumah jabatan.

Lebih lanjut, kawasan tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi Laboratorium Mangrove Tropis Indonesia. Bahkan, dalam waktu dekat diharapkan dapat diresmikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup bersama Menteri Kehutanan serta Menteri Pendidikan Tinggi.

Pengelolaan kawasan mangrove ini juga menjadi bagian konkret dari visi ULM sebagai perguruan tinggi unggul di bidang lingkungan lahan basah. Tidak hanya fokus pada akademik dan penelitian, kawasan ini juga akan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

Rektor menjelaskan, program pemberdayaan akan diarahkan pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hingga 100 persen, melalui sektor perikanan seperti budidaya ikan, kepiting, dan udang.

Selain itu, potensi wisata mangrove juga akan dikembangkan sebagai destinasi unggulan yang melibatkan masyarakat setempat.

“Kami ingin masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya, baik dari sektor ekonomi maupun lingkungan,” tambahnya.

Selain itu, kawasan ini juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk mencegah abrasi pantai serta mendukung perdagangan karbon sebagai sumber pendapatan baru bagi UMKM.

ULM juga akan memanfaatkan kawasan tersebut sebagai pusat penelitian, khususnya terkait karbon dan ekosistem mangrove, yang melibatkan mahasiswa dan akademisi secara langsung.

Pemilihan lokasi di Kotabaru sendiri dilakukan oleh pemerintah pusat dengan mempertimbangkan status lahan yang clean and clear serta memiliki dampak jangka panjang terhadap pelestarian lingkungan.

Dengan langkah ini, ULM semakin memperkuat posisinya sebagai kampus berbasis riset lingkungan sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan. (Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page