DPRD Balangan Serap Aspirasi PGRI, Dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan dan Penguatan Sekolah Inklusif di Bumi Sanggam
Jelajah Kalimantan News, Paringin – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Balangan terus diperkuat. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, menggelar audiensi bersama jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Balangan, pengurus cabang khusus SMA, SMK, SLB, serta perwakilan PGRI tingkat kecamatan, Kamis (9/7/2026).
Audiensi tersebut menjadi wadah dialog terbuka antara legislatif dan insan pendidikan untuk menyerap berbagai aspirasi, sekaligus membahas solusi terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi sekolah maupun tenaga pendidik di Kabupaten Balangan.
Dalam pertemuan itu, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, di antaranya evaluasi sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB), penguatan pendidikan inklusif, pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, hingga dukungan operasional bagi organisasi profesi guru.
Perwakilan PGRI menyampaikan bahwa sistem zonasi masih perlu dilakukan evaluasi agar pelaksanaannya dapat memberikan kesempatan yang lebih adil bagi seluruh peserta didik, termasuk para siswa berprestasi. Selain itu, PGRI juga menyoroti masih adanya pandangan sebagian masyarakat yang menganggap sekolah tertentu lebih unggul dibanding sekolah lainnya.
Padahal, menurut mereka, seluruh satuan pendidikan telah berupaya menerapkan pendidikan karakter dan meningkatkan mutu pembelajaran sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Saiful Arif menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena masih banyaknya lulusan berprestasi yang memilih melanjutkan pendidikan ke luar daerah.
“Kita tentu berharap anak-anak berprestasi dapat terus mengenyam pendidikan di Balangan. Pemerintah daerah sudah memiliki berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk Program 1.000 Sarjana yang harus terus kita dukung bersama,” ujarnya.
Selain persoalan pemerataan mutu pendidikan, audiensi juga membahas pentingnya penguatan layanan pendidikan inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Para guru menyampaikan bahwa masih terdapat keterbatasan tenaga pendamping khusus, sehingga diperlukan dukungan lebih maksimal agar sekolah mampu memberikan pelayanan yang optimal.
Saiful Arif menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Balangan telah melakukan kerja sama dengan rumah sakit untuk mendukung proses asesmen bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Namun, ia menilai masih diperlukan pemetaan lebih lanjut terkait kebutuhan tenaga ahli dan guru pendamping agar program pendidikan inklusif dapat berjalan efektif.
“Masih perlu dilakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendamping dan tenaga ahli agar layanan pendidikan inklusif benar-benar mampu menjawab kebutuhan peserta didik,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, PGRI juga menyampaikan sejumlah usulan terkait dukungan operasional organisasi, termasuk kebutuhan kendaraan dinas untuk menunjang kegiatan pembinaan guru. Selain itu, mereka berharap adanya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terkait bantuan hibah bagi SMA, SMK, dan SLB, serta dukungan anggaran berbagai kegiatan pengembangan potensi siswa.
Kegiatan yang membutuhkan dukungan tersebut antara lain lomba akademik, debat, cerdas cermat, hingga pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi peserta didik.
Menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut, Saiful Arif menegaskan DPRD Kabupaten Balangan akan mengawal setiap masukan melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Beberapa poin yang menjadi perhatian kita meliputi kebutuhan sarana dan prasarana, dukungan operasional, serta hibah kegiatan pendidikan. Pada pertemuan berikutnya, kami akan mengundang Dinas Pendidikan, Bagian Aset, dan Dinas Kepegawaian untuk bersama-sama memetakan kebutuhan, termasuk formasi tenaga pendidik dan jumlah peserta didik, sehingga solusi yang dirumuskan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara DPRD, PGRI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mampu mencetak generasi unggul di Kabupaten Balangan.
Melalui audiensi tersebut, DPRD Kabupaten Balangan menegaskan perannya sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah, agar setiap kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan sekolah, guru, serta peserta didik demi kemajuan pendidikan di Bumi Sanggam.
Reporter Dayat Editor Nando






