Laboratorium Terpadu ULM Raih Sertifikasi ISO 45001:2018, Rektor Dorong Unit Kerja Terapkan Standar Mutu Internasional
Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – UPA Laboratorium Terpadu Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menorehkan capaian membanggakan dengan meraih Sertifikasi ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). Pencapaian tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional, Selasa (3/2/2025), di ruang pertemuan Laboratorium Terpadu ULM.
FGD mengangkat tema “Implementasi K3 sebagai Instrumen Strategis Akselerasi Akreditasi Internasional Universitas Lambung Mangkurat” dan dihadiri langsung oleh Rektor ULM Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., General Manager Lembaga Sertifikasi CBQA Global Ir. S. Waniwatining Astuti, M.T.I., narasumber Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, jajaran Wakil Rektor, serta pimpinan unit kerja di lingkungan ULM.
Dalam kegiatan tersebut, sertifikat ISO 45001:2018 diserahkan secara simbolis oleh Lembaga Sertifikasi CBQA kepada Rektor ULM. Sertifikasi ini menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pemenuhan standar mutu internasional di lingkungan ULM.
Kepala UPA Laboratorium Terpadu, Dr. rer. nat. Liling Triyasmono, M.Sc., Apt, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan SMK3 merupakan bagian dari komitmen pimpinan universitas untuk mendorong ULM menuju perguruan tinggi berstandar internasional. Ia menekankan bahwa capaian ini diharapkan dapat menjadi gerakan bersama seluruh unit kerja.
“Kalau ini kita kerjakan bersama-sama, saya rasa kita bisa mencapai level di mana seluruh unit kerja di universitas dapat tersertifikasi ISO 45001:2018,” ujarnya.
Ia juga menegaskan peran UPA Laboratorium Terpadu sebagai unit penunjang yang siap memberikan dukungan penuh kepada seluruh unit kerja dalam proses sertifikasi, sepanjang perencanaan dan koordinasi dilakukan sejak awal. “Tugas kami menjadi unit penunjang yang siap melayani, dengan catatan kami juga diberikan informasinya lebih awal,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor ULM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber serta seluruh tim UPA Laboratorium Terpadu atas keberhasilan meraih sertifikasi ISO 45001:2018. Menurutnya, akreditasi dan sertifikasi merupakan bagian penting dari proses audit dan penjaminan mutu yang harus terus dikembangkan di lingkungan universitas.
“Pencapaian ISO oleh Laboratorium Terpadu ini diharapkan menjadi motivasi bagi unit kerja lain di ULM untuk mengutamakan sistem mutu. Kita perlu menetapkan target, misalnya tahun depan berapa unit kerja yang telah memperoleh sertifikasi ISO,” tegas Rektor.
Rektor menambahkan bahwa penerapan ISO 45001:2018 juga berfungsi sebagai upaya mitigasi risiko dalam setiap aktivitas di lingkungan universitas, baik akademik maupun nonakademik. Dengan standar tersebut, potensi bahaya dapat diidentifikasi lebih dini sehingga kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan dapat dicegah secara sistematis.
“Setiap aktivitas di ULM akan terpetakan risiko yang dihadapi saat pelaksanaan kerjanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa kebijakan pendukung penerapan sistem tersebut sebenarnya telah tersedia. Tantangan ke depan adalah memastikan implementasinya berjalan optimal melalui pengendalian menyeluruh dan evaluasi berkelanjutan, sehingga standar yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan di lapangan. (Nd_234)






