Warga Banjar Padati Halal Bihalal Se-Jabodetabek! PMKS Jakarta Tegaskan Peran Mahasiswa Penjaga Budaya dan Silaturahmi

IMG-20250618-WA0023

Jelajah Kalimantan News Jakarta – Lautan manusia berbalut nuansa budaya Banjar memadati acara Halal Bihalal Akbar Masyarakat Banjar se-Jabodetabek, Minggu (15/6). Digagas oleh Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) Jakarta, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang temu kangen warga perantauan, tetapi juga simbol kuatnya ikatan silaturahmi dan semangat pelestarian budaya di tanah rantau.

Diiringi pertunjukan madihin, musik panting, serta tarian tradisional Banjar, suasana semakin semarak dengan hadirnya ragam kuliner khas seperti soto Banjar, bingka, dan lupis yang menggugah nostalgia para peserta terhadap kampung halaman.

Yang membanggakan, acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya:

  • Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman,
  • Ketua DPRD Kalsel Dr. H. Supian HK, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menekankan pentingnya menjaga hubungan emosional antarperantau sebagai kekuatan sosial yang tak tergantikan. Ketua DPRD Kalsel, Dr. Supian HK, menyoroti peran pemuda dalam menjaga identitas budaya. Sementara Menteri Hanif Faisol memberikan apresiasi atas kontribusi masyarakat Banjar terhadap nilai sosial, lingkungan, dan budaya di tengah kehidupan ibu kota.

Sorotan aspiratif datang dari Dr. Rumaisah, Ketua Panitia, yang menyampaikan langsung usulan penting kepada para pejabat: pembangunan asrama putri bagi mahasiswi Kalimantan Selatan di Jakarta. Ia menegaskan perlunya dukungan nyata terhadap pendidikan dan keamanan putri daerah yang menuntut ilmu di ibu kota.

Kami berharap pemerintah provinsi segera merealisasikan asrama putri yang aman dan layak, demi menunjang proses belajar dan kehidupan sosial mahasiswi kami di rantau,” ujarnya tegas.

Senada, Ketua PMKS Jakarta Ahmad Maulana Ihsan menyebut kegiatan ini sebagai pembuktian konkret bahwa mahasiswa bukan hanya berperan di dunia akademik, tapi juga menjadi motor sosial, budaya, dan penjaga harmoni masyarakat Banjar di tanah rantau.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bareng antara tokoh-tokoh penting dan masyarakat perantauan, sebagai simbol persatuan dan harapan untuk kemajuan Kalimantan Selatan dan bangsa Indonesia.

Penutup:

Dengan semangat kebersamaan, PMKS Jakarta sukses membuktikan bahwa mahasiswa bisa menjadi jembatan kuat antara budaya, aspirasi, dan kemajuan, sekaligus penggerak silaturahmi yang mengakar dalam nilai-nilai Banjar di mana pun berada. (*/Nd_234)

 

 

 

 

You cannot copy content of this page