UPT Pajar Harapan Dinsos Kalsel Raih Predikat Terbaik Ombudsman 2025, Bukti Pelayanan Publik Makin Prima

0
ee738546-9ecc-4e65-bf9b-b23167123168-715x400

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan (Dinsos Kalsel) mencatatkan prestasi membanggakan dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik Tahun 2025 oleh Ombudsman Republik Indonesia.

Salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) andalan, yakni UPT Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Pajar Harapan, berhasil meraih predikat terbaik di antara sejumlah lokus penilaian yang melibatkan berbagai sektor pelayanan publik.

Kepala Dinas Sosial Kalsel, M. Farhanie, mengungkapkan bahwa hasil penilaian tersebut telah diterima dan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 15 April 2026. Penyerahan dilakukan oleh Ombudsman kepada Gubernur Kalsel, Muhidin, melalui Sekretaris Daerah M. Syarifuddin.

“Alhamdulillah, salah satu UPT kami mendapatkan predikat terbaik. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Farhanie, Selasa (21/4/2026).

Dalam penilaian tersebut, Ombudsman menetapkan beberapa lokus, di antaranya sektor kesehatan yang diwakili rumah sakit, sektor pendidikan oleh SMA 3, serta sektor sosial yang diwakili UPT Pajar Harapan. Dari seluruh lokus tersebut, UPT Pajar Harapan dinilai paling unggul dalam aspek kepatuhan pelayanan publik.

Penghargaan tersebut juga telah diserahkan langsung kepada Kepala Panti Fajar Harapan, Andrie Iswandy, bertepatan dengan apel Senin sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang telah dicapai.

Farhanie menegaskan, capaian ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran Dinsos Kalsel untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi jauh lebih menantang dibandingkan meraihnya.

“Ke depan, tantangan penilaian Ombudsman akan semakin kompleks, baik dari sisi indikator maupun jumlah lokus yang dinilai. Bisa saja bertambah hingga lima atau enam sektor, termasuk Samsat dan Disdukcapil,” jelasnya.

Untuk itu, Dinsos Kalsel terus mendorong peningkatan kualitas layanan, menghindari praktik maladministrasi, serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Farhanie berharap, capaian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pelayanan publik yang prima di Kalimantan Selatan.

“Semoga pelayanan publik, khususnya di lingkungan Dinas Sosial Kalsel, terus meningkat dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (MC)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page