Pemprov Kalsel Cetak Tenaga Kerja Unggul, 80 Peserta Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK
Jelajah Kalimantan News, Paringin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang digelar di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin.
Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel Irfan Sayuti, Kepala BLK Provinsi Kalsel Fatmasari Said, jajaran instruktur, serta para peserta pelatihan.
Dalam sambutan Gubernur Kalsel yang dibacakan Subhan Noor Yaumil, Pemprov Kalsel memberikan apresiasi terhadap komitmen Disnakertrans dan BLK dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” ujar Subhan.
Ia menegaskan, di tengah perkembangan teknologi dan persaingan kerja yang semakin ketat, kualitas SDM menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan daerah.
Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini bukan hanya soal ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, disiplin, serta kemampuan adaptasi yang baik.
“Program pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan investasi untuk mencetak tenaga kerja unggul yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya.
Sebanyak 80 peserta yang telah lolos seleksi administrasi dan tes kompetensi dasar mengikuti pelatihan tahap pertama tahun ini. Mereka akan menjalani pelatihan selama 43 hari kerja mulai 21 Mei hingga 24 Juli 2026.
Adapun program pelatihan yang dibuka meliputi Tata Rias Kecantikan, Menjahit Pakaian Sesuai Style, Digital Marketing, Desainer Grafis Muda, hingga Las Plate Welder SMAW 4G-UP PF.
Seluruh pelatihan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan akan ditutup dengan uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Gubernur Kalsel melalui sambutannya juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan serta membangun mental kerja profesional.
“Jangan cepat puas, karena dunia kerja terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia yang mau belajar sepanjang hayat,” pesannya.
Sebagai simbol dimulainya pelatihan, Plh Sekdaprov Kalsel bersama Kepala Disnakertrans dan Kepala BLK Kalsel menyematkan tanda peserta kepada lima perwakilan peserta dari masing-masing program pelatihan. (Adpim/Nd_234)






