Kejurprov NPCI Kalsel Diikuti 100 Lebih Atlet, Para Atletik dan Panahan Jadi Andalan Lumbung Medali
Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Lebih dari 100 atlet disabilitas dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan (Kalsel) ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalsel cabang olahraga para atletik dan para panahan.
Kejurprov yang berlangsung di Kantor Sekretariat NPCI Kalsel, Banjarbaru, Jumat (4/9/2026), menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus memetakan potensi atlet disabilitas Kalsel yang diproyeksikan mampu bersaing di tingkat nasional.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengatakan Kejurprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi terhadap program pembinaan yang selama ini telah dijalankan.
“Hari ini kita membuka kegiatan Kejurprov untuk teman-teman yang berada dalam ekosistem atlet disabilitas. Kita berharap melalui kegiatan ini bisa mengevaluasi pembinaan yang selama ini berjalan,” ujarnya.
Menurut Pebriadin, penyelenggaraan Kejurprov dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas pertandingan, termasuk kondisi cuaca yang menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan olahraga di daerah.
Pemilihan para atletik dan para panahan sebagai cabang yang dipertandingkan juga bukan tanpa alasan. Kedua cabang tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai penyumbang medali bagi Kalsel dalam ajang olahraga disabilitas tingkat nasional.
“Kita mencoba untuk memaksimalkan pembinaan pada nomor-nomor unggulan untuk kemudian dievaluasi. Harapannya, ketika berada di level nasional, kita bisa kembali memetik hasil dari pembinaan yang selama ini dilakukan,” katanya.
Pebriadin menegaskan, fokus terhadap cabang olahraga unggulan tidak berarti cabang lainnya diabaikan. Pembinaan tetap dilakukan terhadap nomor-nomor lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Terlebih, persaingan olahraga disabilitas di sejumlah daerah saat ini semakin kompetitif. Kondisi tersebut mendorong Kalsel untuk meningkatkan intensitas pembinaan agar mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang telah diraih.
“Nomor-nomor lain tetap kita lakukan pembinaan. Namun, untuk saat ini kita fokus pada nomor-nomor unggulan. Ke depan, nomor-nomor potensial juga akan kita kompetisikan sehingga menambah semangat atlet untuk lebih giat berlatih,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan peningkatan intensitas latihan dan kompetisi, Dispora Kalsel juga mulai mendorong pengembangan pembinaan atlet disabilitas dengan pendekatan sport science.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat proses latihan, pemantauan kondisi atlet, hingga peningkatan performa dilakukan secara lebih terukur dan berbasis data.
Jadi Parameter Pembinaan 2027
Sementara itu, Ketua Umum NPCI Kalsel, Sumansyah, mengatakan Kejurprov kali ini mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni para atletik dan para panahan, dengan sejumlah nomor pertandingan.
“Untuk para atletik, ada nomor tolak lempar dan untuk para panahan. Total atlet yang mengikuti sekitar 100 lebih dari kabupaten/kota,” ungkapnya.
Khusus cabang para atletik, terdapat 14 nomor pertandingan. Sementara para panahan mempertandingkan empat nomor.
Menurut Sumansyah, hasil Kejurprov akan menjadi salah satu parameter penting dalam mengevaluasi atlet yang selama ini mengikuti program pembinaan.
Evaluasi tersebut bahkan dapat menentukan keberlanjutan seorang atlet dalam program pembinaan pada tahun berikutnya.
“Bisa saja atlet yang sudah dibina dan dilatih selama sembilan bulan ternyata tidak mengalami kemajuan. Kemudian ada atlet dari kabupaten atau kota yang mampu melebihi limitnya, sehingga berpotensi menggantikan atlet yang sebelumnya masuk program pembinaan pada 2027,” jelasnya.
Artinya, keberadaan Kejurprov menjadi ruang kompetitif bagi atlet untuk membuktikan hasil latihan sekaligus membuka peluang bagi atlet-atlet baru dari kabupaten/kota untuk masuk dalam program pembinaan tingkat provinsi.
Sumansyah pun meminta seluruh pengurus NPCI kabupaten/kota memberikan dukungan maksimal kepada para atlet melalui latihan rutin dan pembinaan berkelanjutan.
“Kami mengimbau kepada seluruh ketua NPCI kabupaten/kota untuk memberikan yang terbaik kepada anggota maupun atletnya, memberikan latihan di masing-masing kabupaten/kota dan tetap menjaga solidaritas dalam NPCI,” pungkasnya.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, Kejurprov NPCI Kalsel diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi fondasi untuk mencetak atlet-atlet disabilitas berprestasi yang mampu membawa nama Banua bersaing di panggung olahraga nasional. (MC)






