Ibnu Sina Soroti Rendahnya Literasi Internet, Dorong Kalsel Percepat Transformasi Digital

0
1003143725

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, Ibnu Sina, menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital dan penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai kunci utama mendorong kemajuan daerah di era digital.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Forum Perangkat Daerah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Senin (30/3/2026).

Ibnu mengungkapkan, tingkat melek internet masyarakat di Kalimantan Selatan masih perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, kondisi ini berpotensi membuat Kalsel tertinggal dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan jika tidak segera dibenahi.

“Angka melek internet di Kalsel masih dalam posisi yang perlu diperbaiki. Ini harus menjadi perhatian serius agar kita tidak tertinggal,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan indeks SPBE di tingkat provinsi. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalsel harus mampu menjaga daya saing, bahkan melampaui capaian kabupaten/kota dalam penerapan sistem pemerintahan digital.

“Jangan sampai Pemprov Kalsel kalah dengan indeks SPBE kabupaten/kota. SPBE ini merupakan indikator keberhasilan tata kelola pemerintahan modern, khususnya dalam pelayanan publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ibnu menyoroti perlunya sinkronisasi program kerja tahun 2026–2027 dengan visi dan misi gubernur, terutama dalam mendorong keterbukaan informasi publik serta menghapus wilayah blank spot jaringan internet.

Ia juga menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, investasi pada SDM menjadi hal krusial agar seluruh perangkat daerah mampu beradaptasi dan tidak tertinggal.

“Semua harus serba digital. Jangan sampai ada dinas yang tertinggal karena SDM belum siap, sementara yang lain sudah ingin berlari,” katanya.

Untuk itu, Ibnu Sina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi melalui konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media massa. Kolaborasi ini dinilai penting dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Dengan langkah tersebut, diharapkan transformasi digital di Kalsel dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat. (Mc/Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page