DPRD Balangan Soroti Serapan Anggaran Rendah, Banyak Program Tak Optimal Meski Silpa Tinggi
Jelajah Kalimantan News, Paringin – DPRD Kabupaten Balangan menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, Rabu (29/4/2026).
Dalam rapat tersebut, DPRD menyoroti masih rendahnya realisasi anggaran pada sejumlah kegiatan. Bahkan, ditemukan beberapa program dengan tingkat serapan di bawah 70 persen hingga di bawah 50 persen.
Kondisi ini dinilai mencerminkan belum optimalnya pelaksanaan program di sejumlah sektor. Ironisnya, di tengah rendahnya serapan, masih terdapat bidang lain yang justru mengalami kekurangan anggaran.
Tak hanya itu, DPRD juga menemukan adanya penganggaran yang tidak sesuai kebutuhan, khususnya pada belanja pegawai seperti gaji dan tunjangan. Hal ini dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa). Bahkan, terdapat kegiatan yang telah mencapai target 100 persen, namun masih menyisakan anggaran, yang mengindikasikan belum maksimalnya proses verifikasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Meski demikian, DPRD Balangan tetap memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Balangan. Sekitar 90 persen rekomendasi DPRD pada tahun 2024 disebut telah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Secara umum, DPRD menilai besarnya Silpa di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya pada belanja pegawai, berdampak pada kurang optimalnya pelaksanaan program di sektor lain.
Selain itu, DPRD juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan anggaran perubahan. Masih ditemukan kegiatan yang tidak disesuaikan, meskipun telah diprediksi tidak akan terserap maksimal.
Dalam rekomendasinya, DPRD Balangan mendorong peningkatan pelayanan kesehatan serta kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan. Selain itu, pembangunan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan jalan usaha tani, serta pemerataan pembangunan jalan antar desa juga menjadi perhatian utama.
Di sektor ekonomi, DPRD menekankan pentingnya penguatan UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), menjaga stabilitas harga pangan, serta memastikan ketersediaan pupuk dan bibit bagi petani.
Sementara itu, pada sektor pariwisata, DPRD mendorong optimalisasi destinasi wisata serta pelestarian cagar budaya, salah satunya Benteng Tundakan.
DPRD juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, kemudahan investasi, penguatan tenaga kerja lokal, serta penanganan persoalan lingkungan, terutama masalah sampah yang masih menjadi tantangan di daerah.
“Melalui rekomendasi ini, kami berharap Pemerintah Kabupaten Balangan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran serta memperkuat pembangunan di berbagai sektor demi kesejahteraan masyarakat,” ujar H. Bustani, perwakilan yang membacakan rekomendasi DPRD Balangan terhadap LKPj Kepala Daerah Tahun 2025.
Reporter Dayat Editor Nando






