Diduga 17 ASN Positif Narkoba, LSM GPMTP Desak Pemkot Palangka Raya Bertindak Tegas!

IMG-20240619-WA0036~2(1)

Jelajah Kalimantan News, Palangkaraya – Ketua LSM Gerakan Pemuda Mandau Telabang Pancasila (GPMTP) Tornado SH, memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) yang berhasil mengungkap kasus mencengangkan: sebanyak 17 aparatur sipil negara (ASN) dinyatakan positif narkoba usai menjalani tes urine dalam satu bulan terakhir.

Tornado SH menyayangkan adanya ASN yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Ia mendukung penuh sanksi tegas, bahkan pemecatan, apabila para ASN tersebut terbukti bersalah.

“Saya sangat mengapresiasi langkah berani dan transparan dari Pemkot Palangka Raya dan BNNK. Ini adalah bentuk nyata keseriusan memerangi narkoba, terutama di lingkungan pemerintahan,” tegas Tornado SH.

Dikutip dari kompas, diketahui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa hasil tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemkot. Pihaknya tengah menyelidiki lebih lanjut jenis narkotika yang dikonsumsi dan alasan para ASN bisa terjerumus ke dalam lingkaran hitam narkoba.

“Kami akan cek alasan kenapa mereka sampai positif narkoba, misalnya terbukti memakai apa, jenisnya apa. Ini penting sebagai dasar langkah penanganan,” ujar Zaini dalam keterangan pers, Kamis (13/6), di Hotel Best Western Palangka Raya.

Zaini juga menegaskan bahwa Pemkot akan terus melakukan tes urine secara berkala untuk menciptakan lingkungan kerja bersih narkoba. Ia menyebutkan bahwa sanksi bisa meliputi penundaan kenaikan pangkat, penurunan gaji, hingga pemecatan tetap sesuai aturan kepegawaian.

“Kami juga akan melakukan pemeriksaan khusus melalui inspektorat, karena ini berdampak pada kinerja kepegawaian,” imbuhnya.

Langkah tegas ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mencerminkan komitmen kuat Pemkot Palangka Raya dalam memerangi narkoba di kalangan ASN. Tornado SH pun menyerukan agar tindakan serupa diterapkan di seluruh daerah sebagai bentuk revolusi mental dalam birokrasi. (Nd_234)

 

You cannot copy content of this page