Depot Miras Marak di Banjarmasin, Berdekatan dengan Tempat Ibadah dan Sekolah, Satpol PP Dinilai Abai, Warga Resah, Kriminalitas Meningkat
Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Maraknya depot minuman keras (miras) di sejumlah kawasan di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan kembali menuai sorotan tajam. Ironisnya, keberadaan tempat-tempat penjualan miras ini banyak ditemukan tak jauh dari fasilitas publik seperti rumah ibadah dan sekolah. Kondisi tersebut memicu keresahan warga yang khawatir terhadap dampaknya bagi generasi muda dan keamanan lingkungan.
Warga sekitar mengaku semakin cemas karena aktivitas di depot-depot tersebut sering kali berlangsung hingga larut malam, bahkan disertai keributan. “Sering terjadi perkelahian, orang mabuk mondar-mandir dekat tempat ibadah dan sekolah. Ini sudah mengganggu kenyamanan kami,” ujar Syarifudin, warga Veteran Banjarmasin
Peningkatan angka kriminalitas juga mulai dirasakan warga. Mulai dari pencurian hingga aksi premanisme yang diduga dipicu oleh pengaruh alkohol.
Kritik pun mengarah ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin yang dinilai kurang sigap dan terkesan membiarkan aktivitas ilegal tersebut. “Kami menduga merasa Satpol PP tidak serius menegakkan Perda tentang minuman beralkohol. Penertiban seperti hanya formalitas,” ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, pihak Satpol PP belum memberikan tanggapan resmi atas sorotan ini. Namun warga mendesak pemerintah kota untuk bertindak tegas demi menjaga ketertiban dan moralitas lingkungan, terlebih lokasi-lokasi tersebut sangat dekat dengan zona sensitif pendidikan dan keagamaan. (Nd_234)






