Bupati Batola Turun Tangan Mediasi Sengketa Plasma Sawit: “Jangan Biarkan Berlarut, Semua Akan Rugi”
Jelajah Kalimantan News, Barito Kuala – Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, turun langsung memimpin mediasi lanjutan terkait polemik kebun sawit plasma antara masyarakat Desa Surya Kanta dan Desa Sumber Rahayu dengan pihak perusahaan. Mediasi yang berlangsung di Balai Desa Surya Kanta, Kecamatan Wanaraya, Senin (22/9), diwarnai penyampaian aspirasi masyarakat yang mengaku belum menerima hasil sesuai perjanjian dengan perusahaan.
Dalam pertemuan ini, Bupati didampingi jajaran Pemkab Barito Kuala, mulai dari Asisten, Kepala Bagian Umum Setdakab, sejumlah pimpinan SKPD, Staf Ahli Bupati, hingga Camat Wanaraya. Hadir pula perwakilan Pengadilan Negeri Marabahan Kelas II sebagai mediator, bersama kedua pihak yang bersengketa.
Bupati Bahrul Ilmi menegaskan perlunya solusi yang adil dan saling menguntungkan bagi semua pihak. Ia mengakui keresahan warga yang telah dua kali menunggu realisasi perjanjian, namun hingga kini hasil plasma belum diterima.
“Wajar jika masyarakat sudah tidak tahan lagi. Namun kita harus menyikapi persoalan ini dengan bijak agar menjadi pelajaran dan membawa hikmah,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menekankan agar masalah ini tidak dibiarkan berlarut, karena kerugian justru akan menimpa semua pihak. “Kalau kita membiarkan persoalan ini berlarut, bukan hanya masyarakat atau perusahaan yang rugi, tetapi kita semua. Mari bergandengan tangan, saling mendukung dan saling menghargai untuk mencari solusi yang saling menguntungkan,” tambahnya.
Pada sesi mediasi, masyarakat dari dua desa tersebut menyampaikan langsung keluhan dan harapan mereka. Mereka berharap keberadaan kebun plasma benar-benar membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan bersama.
Mediasi ini menjadi langkah penting sebelum putusan pengadilan dijatuhkan, sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Barito Kuala untuk selalu hadir mendampingi masyarakat dalam memperjuangkan hak dan kepentingannya secara adil.(Rnld/Nd_234)






