BPBD Kalsel Tanamkan Kesadaran Bencana Sejak Dini, Anak-anak Omah Kepompong Belajar Sambil Bermain

0
photo_2026-06-11-23.06.45-768x960

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan edukatif dari Yayasan Omah Kepompong bersama anak-anak kelompok bermain dalam kegiatan belajar sambil bermain yang berlangsung di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BPBD Kalsel dalam menanamkan pengetahuan dan kesadaran kebencanaan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami anak-anak.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, melalui Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan kunjungan tersebut merupakan sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal berbagai jenis bencana dan langkah-langkah keselamatan dasar.

“Pada hari ini kami menerima kunjungan dari Yayasan Omah Kepompong bersama anak-anak kelompok bermain yang melaksanakan kegiatan belajar sambil bermain di BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam kesempatan ini kami memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta sosialisasi kebencanaan dengan pendekatan bermain yang disesuaikan dengan usia mereka,” ujar Ariansyah.

Menurutnya, BPBD Kalsel telah menyediakan berbagai fasilitas dan sarana pembelajaran kebencanaan berbasis permainan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya anak-anak.

Melalui permainan edukatif tersebut, para peserta diajak bermain peran sebagai petugas penyelamat sekaligus belajar mengenali situasi darurat secara sederhana dan menyenangkan.

“BPBD Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan sarana pembelajaran kebencanaan berbasis permainan. Anak-anak diajak bermain peran sebagai petugas penyelamat dan diperkenalkan dengan berbagai permainan edukatif yang telah kami siapkan, sehingga mereka dapat belajar sambil berinteraksi secara langsung,” katanya.

Selain bermain, anak-anak juga mendapatkan materi kebencanaan yang disampaikan secara interaktif melalui kegiatan bernyanyi, bercerita, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya. Materi yang diberikan mencakup pengenalan dasar mengenai banjir, gempa bumi, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kebakaran.

Ariansyah menjelaskan, metode belajar yang menyenangkan menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.

“Kami menyesuaikan penyampaian materi dengan usia anak-anak. Mereka belajar melalui bermain dan bernyanyi sehingga lebih mudah memahami informasi tentang bencana dan bagaimana cara melindungi diri ketika menghadapi situasi darurat,” jelasnya.

Sebagai bagian dari pengalaman belajar langsung, para peserta juga diajak melihat berbagai peralatan yang biasa digunakan petugas BPBD dalam penanganan bencana. Tidak hanya itu, mereka diberikan kesempatan mencoba simulasi sederhana sebagai petugas pemadam kebakaran yang disambut dengan antusias.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan anak-anak mengenai kebencanaan. Harapannya, sejak usia dini mereka sudah memiliki pemahaman dasar tentang kesiapsiagaan dan keselamatan,” pungkas Ariansyah.

Melalui kegiatan edukasi ini, BPBD Kalimantan Selatan terus mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Dengan mengenalkan kesiapsiagaan sejak usia dini, diharapkan generasi mendatang tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh, peduli keselamatan, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (MC/Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page