BPBD HSU Belajar ke Balangan, Perkuat Penyusunan Dokumen Jitupasna untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana
Jelajah Kalimantan News, Paringin – Upaya memperkuat penanganan pascabencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), BPBD HSU melakukan kunjungan kerja ke BPBD Balangan untuk mempelajari penyusunan dokumen Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Tamu Kepala Pelaksana BPBD Balangan tersebut difokuskan pada sharing pengalaman dan teknik penyusunan dokumen Jitupasna yang dinilai menjadi salah satu kunci percepatan pemulihan pascabencana.
Rombongan BPBD HSU dipimpin langsung Kepala Bidang RR, Lisa Arianti, dan diterima Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, bersama jajaran Bidang RR serta tim penyusun Jitupasna BPBD Balangan.
Lisa Arianti mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari praktik baik BPBD Balangan dalam menyusun dokumen Jitupasna secara komprehensif.
“Kami datang belajar dan sharing. BPBD Balangan sudah berpengalaman menyusun Jitupasna yang komprehensif dan dijadikan dasar pengusulan bantuan pusat. Kami ingin menyerap metode pengumpulan data, analisis kebutuhan, dan teknik penyajiannya,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, hasil kunjungan tersebut sangat penting bagi BPBD HSU karena hingga saat ini pihaknya belum memiliki dokumen Jitupasna yang lengkap sebagai acuan penanganan pascabencana.
“Kami sangat terbantu sekali, mudah-mudahan ke depan kami dapat menerapkannya di BPBD HSU,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk sinergi antardaerah dalam memperkuat kapasitas kebencanaan.
Ia menegaskan, dokumen Jitupasna memiliki peran strategis dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk dalam pengusulan bantuan dari pemerintah pusat.
“Dokumen Jitupasna adalah dokumen kunci untuk percepatan pemulihan pascabencana. Kalau datanya akurat dan sistematis, peluang bantuan pusat turun lebih besar,” jelasnya.
H Rahmi juga menegaskan kesiapan BPBD Balangan untuk berbagi pengalaman dan mendukung daerah lain dalam meningkatkan kapasitas rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kami siap mendukung dan berbagi pengalaman agar kabupaten/kota di Kalsel makin kuat dalam aspek rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi teknis serta penyerahan contoh dokumen Jitupasna BPBD Balangan sebagai referensi bagi BPBD HSU. Kedua instansi juga sepakat membangun komunikasi lanjutan untuk pendampingan penyusunan dokumen apabila terjadi bencana di wilayah HSU.
Reporter Dayat Editor Nando






