Banjarbakula Didorong Jadi Kawasan Metropolitan Cerdas, Komdigi dan Pemprov Kalsel Siapkan Solusi Digital Atasi Sampah, Banjir hingga Mobilitas
Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat langkah transformasi digital melalui pengembangan kawasan metropolitan Banjarbakula. Bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Pemprov Kalsel menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Smart City untuk Penyelesaian Permasalahan Tematik Wilayah Metropolitan Banjarbakula pada dimensi Smart Living dan Smart Environment di Ruang Rapat Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Direktorat Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Komdigi tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai persoalan strategis kawasan metropolitan sekaligus merumuskan solusi digital yang relevan, kontekstual, dan dapat segera diimplementasikan.
Pendampingan kali ini difokuskan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui dimensi Smart Living serta penguatan tata kelola lingkungan berkelanjutan melalui Smart Environment. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada penyusunan masterplan, program ini diarahkan pada penyusunan kajian solusi digital tematik yang aplikatif dan sesuai kebutuhan daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komdigi yang dinilai menjadi energi baru bagi percepatan transformasi digital di Banua.
“Saat ini kita memang sedang berproses ke arah sana. Dukungan dari teman-teman Komdigi menjadi sebuah semangat untuk meningkatkan upaya kita agar bisa bergerak lebih cepat dalam mewujudkan transformasi digital di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Menurut Muslim, masih terdapat sejumlah aspek pembangunan dan tata kelola digital yang perlu disinergikan agar dapat berjalan lebih optimal. Ia mengibaratkan masih adanya “puzzle” yang belum tersambung sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah untuk menyatukan berbagai sistem yang ada.
“Puzzle-puzzle yang masih terputus itu perlu ada sambungan. Kita berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada dokumen semata, tetapi juga dapat diimplementasikan secara bertahap sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pendampingan dari Komdigi akan membantu pemerintah daerah menyusun langkah-langkah yang lebih terukur dalam mewujudkan konsep Smart Province dan Smart City.
“Dengan dukungan seperti ini pola tata kelolanya akan lebih baik dan lebih terarah. Kita dapat mengetahui kapan harus memulai, proses apa yang harus dilakukan, hingga target akhir yang ingin dicapai,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Komdigi, Aris Kurniawan, menjelaskan bahwa Banjarbakula menjadi salah satu kawasan metropolitan prioritas yang didorong untuk mengembangkan kolaborasi lintas daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan bersama.
Menurutnya, kawasan yang meliputi Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut tersebut memiliki tantangan yang harus ditangani secara terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Untuk program Smart Province di Kalimantan Selatan, wilayah Banjarbakula menjadi salah satu klaster yang akan kita dorong untuk melakukan kerja-kerja kolaboratif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bersama,” ungkap Aris.
Sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian dalam pendampingan ini antara lain pengelolaan sampah, banjir, kebakaran, hingga mobilitas masyarakat antarwilayah. Melalui pendekatan digital, berbagai persoalan tersebut diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat, tepat, dan terintegrasi.
“Bagaimana pergerakan masyarakat antarwilayah bisa lebih cepat dan mudah sehingga berdampak pada meningkatnya kenyamanan hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Aris menegaskan bahwa esensi Smart City bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, forum ini menjadi wadah untuk menyusun program prioritas yang dapat segera dieksekusi dan memberikan dampak nyata.
Pendampingan Smart City ini juga melibatkan tenaga ahli dari Citiasia, Fitrah Rahmat Kautsar, yang memberikan arahan dalam proses identifikasi masalah, penyusunan solusi digital, hingga penyelarasan kebutuhan lintas daerah dan pemangku kepentingan.
Melalui FGD ini, diharapkan dapat terpetakan berbagai kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan solusi digital lintas daerah di kawasan Banjarbakula. Hasil pembahasan nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi Smart City yang mendukung tata kelola kawasan metropolitan yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam mempercepat terwujudnya transformasi digital di Kalimantan Selatan menuju Smart Province yang mampu menghadirkan layanan publik lebih efektif, lingkungan yang lebih tertata, serta kualitas hidup masyarakat yang semakin baik. (MC/Nd_234)






