Antisipasi Peredaran Makanan Kedaluwarsa, FKPWK Dorong Pengawasan dan Pembinaan UMKM di Kalsel
Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, peredaran parcel berisi makanan dan minuman mulai marak di berbagai pusat perbelanjaan, ritel, hingga pedagang kecil di Kalimantan Selatan. Guna memastikan keamanan produk yang beredar, tim gabungan pengawasan yang terdiri dari BPOM RI Kalsel, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, YLK Kalsel, serta aparat kepolisian diharapkan segera melakukan pengawasan intensif di lapangan.
Ketua Umum Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), Adv. Rachmad Fadillah, SH., menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap produk makanan dan minuman, terutama terkait masa kedaluwarsa dan izin edar. Pengawasan ini bertujuan mencegah beredarnya produk yang tidak layak konsumsi, yang dapat merugikan masyarakat.
“Pengawasan harus dilakukan secara terkoordinasi, dengan tim yang dilengkapi surat tugas resmi. Kami berharap tidak ada lagi kasus seperti yang menimpa pelaku UMKM di Banjarbaru, yang menjadi viral karena dugaan produk tanpa label kedaluwarsa,” ujar Rachmad Fadillah.
Ia juga menyoroti perlunya pembinaan dan kemudahan perizinan bagi pelaku UMKM, khususnya produk makanan kemasan lokal seperti kerupuk, ikan asin, dan makanan tradisional lainnya. FKPWK mendesak pemerintah daerah untuk aktif membantu UMKM dalam proses perizinan dan memberikan solusi terkait pembiayaan usaha melalui dana bergulir maupun kredit perbankan tanpa agunan yang memberatkan.
“Produk UMKM lokal perlu didukung, bukan hanya diawasi. Jika pembinaan intensif dilakukan, UMKM bisa berkembang tanpa terkendala perizinan dan standar keamanan pangan,” tambahnya.
FKPWK juga meminta Gubernur Kalsel agar menginstruksikan Bupati dan Walikota se-Kalsel untuk mempercepat proses perizinan dan memberikan dukungan penuh kepada pelaku usaha kecil demi kemajuan perekonomian daerah.
“Mari kita lindungi konsumen tanpa mematikan UMKM lokal. Dengan sinergi pengawasan, pembinaan, dan kemudahan perizinan, kita bisa membangun ekonomi banua yang lebih maju,” tutup Rachmad Fadillah. (Nd_234)






