Wamenko Pangan Tinjau Panen Padi di HSS, Sebut Daerah Ini Siap Jadi Motor Swasembada Pangan Nasional

0
IMG_2340-715x400

Jelajah Kalimantan News, Kandangan – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, memiliki potensi besar menjadi salah satu motor penggerak swasembada pangan nasional. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke HSS, Senin (15/6/2026), dalam rangka meninjau pelaksanaan program prioritas nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).

Kunjungan tersebut turut didampingi sejumlah kepala SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, antara lain Kepala Bappeda Kalsel, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, Kepala Dinas Kehutanan, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Rombongan disambut langsung oleh Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor, Wakil Bupati H. Suriani, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala SKPD setempat. Usai penyambutan, rombongan meninjau sekaligus mengikuti panen padi di Desa Batang Kulur Tengah, Kecamatan Sungai Raya.

Dalam keterangannya, Hanif menyebut Kalimantan Selatan merupakan salah satu wilayah strategis penyangga ketahanan pangan di regional Kalimantan. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025, provinsi ini ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas percepatan pengembangan KSPEAN.

“Swasembada pangan itu nyata dan bisa dicapai apabila seluruh pihak mampu berkolaborasi, melakukan perencanaan yang terukur, dan mengeksekusinya secara efisien. Di Hulu Sungai Selatan saya melihat seluruh komponen pendukung, mulai dari lahan, benih, penyuluh hingga dukungan pemerintah daerah telah berjalan dengan baik,” ujar Hanif.

Ia mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam mendukung program strategis nasional tersebut. Menurutnya, pengelolaan sektor pertanian di daerah ini telah menunjukkan hasil yang positif dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Hanif juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal pelaksanaan program KSPEAN agar berjalan sesuai aturan dan terhindar dari berbagai persoalan hukum di masa mendatang.

Selain itu, ia mendorong keberhasilan sektor pertanian dan capaian panen yang diraih petani terus dipublikasikan kepada masyarakat luas guna membangun optimisme dan meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Panen-panen seperti ini harus terus digaungkan. Ketika masyarakat melihat hasil yang baik, akan tumbuh iklim usaha pertanian yang semakin bergairah dan mendorong tercapainya ketahanan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan ke daerahnya. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi dorongan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

Syafrudin menjelaskan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki sekitar 35 ribu hektare lahan pertanian dengan pola tanam yang memungkinkan petani melakukan panen hingga dua kali dalam setahun.

Ke depan, Pemkab HSS akan memfokuskan upaya pada peningkatan produktivitas hasil panen tanpa harus melakukan perluasan lahan pertanian.

“Saat ini rata-rata produksi padi sekitar 4,7 ton per hektare. Kami menargetkan peningkatan produktivitas hingga mendekati 9,6 ton per hektare melalui berbagai upaya peningkatan teknologi dan pendampingan kepada petani,” ujar Syafrudin.

Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Hulu Sungai Selatan sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi, serta komitmen kuat pemerintah daerah dan petani, Hulu Sungai Selatan optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (MC/Nd,_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page