ULM Percepat Pembangunan Zona Integritas, Gandeng Inspektorat Jenderal Wujudkan Kampus Bersih dan Berintegritas

0
WhatsApp-Image-2026-06-26-at-11.55.54

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop dan Pendampingan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Laboratorium Terpadu ULM, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur sivitas akademika, mulai dari kepala biro, perwakilan fakultas, Unit Penunjang Akademik (UPA), hingga lembaga di lingkungan ULM. Workshop sekaligus pendampingan tersebut menghadirkan tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai narasumber dan pendamping, yakni Helmi Dani, Asep Surya Miharja, dan Angga Cahya Septian.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi membangun Zona Integritas yang efektif, sekaligus pendampingan teknis untuk memperkuat implementasi di setiap unit kerja. Tim Inspektorat Jenderal juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fakultas yang telah mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju predikat WBK.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan ULM, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, M.Si., IPU, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim Inspektorat Jenderal atas dukungan yang diberikan kepada ULM.

Menurutnya, pembangunan Zona Integritas merupakan bagian penting dari komitmen universitas yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kinerja Rektor dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran tim Inspektorat Jenderal yang telah bersedia memberikan pendampingan kepada ULM. Walaupun target pembangunan Zona Integritas dari kementerian tidak mencakup seluruh unit kerja, kami berkomitmen agar seluruh unit kerja di ULM mendapatkan pendampingan sehingga mampu mengimplementasikan pembangunan Zona Integritas dengan baik,” ujar Arief.

Ia menambahkan, masukan dan rekomendasi dari tim pendamping diharapkan mampu menjadi bekal bagi seluruh unit kerja untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan, dan integritas institusi.

Sementara itu, salah seorang narasumber, Helmiyani, menjelaskan berbagai strategi untuk memperoleh hasil penilaian Zona Integritas yang optimal melalui pemenuhan seluruh indikator yang telah ditetapkan. Materi yang disampaikan mengupas secara komprehensif setiap tahapan pembangunan Zona Integritas, mulai dari pencanangan, pelaksanaan pembangunan, penilaian mandiri, hingga proses pengusulan menuju predikat WBK maupun WBBM.

Tak hanya memberikan materi, tim Inspektorat Jenderal juga melakukan kunjungan lapangan ke beberapa fakultas guna melihat secara langsung implementasi pembangunan Zona Integritas. Dari hasil peninjauan tersebut, tim memberikan sejumlah masukan terhadap aspek-aspek yang masih perlu diperkuat agar seluruh unit kerja mampu memenuhi standar penilaian nasional.

Workshop ini menjadi momentum penting bagi ULM untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh unit kerja dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, efektif, serta berorientasi pada pelayanan prima.

Dengan pendampingan intensif dari Inspektorat Jenderal, Universitas Lambung Mangkurat optimistis mampu menjalankan setiap tahapan pembangunan Zona Integritas secara optimal, sehingga dapat meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), sekaligus menghadirkan tata kelola perguruan tinggi yang semakin berkualitas, berintegritas, dan dipercaya masyarakat. (Nd_234)

Tinggalkan Balasan