Tersentuh Kisah Dua Yatim Piatu Korban Banjir Rob, Kapolda Kalsel Berikan Operasi Gratis dan Bhayangkari Lakukan Trauma Healing

IMG-20260120-WA0029

Jelajah Kalimantan News, Banjar – Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan tidak hanya menyisakan dampak materiil, namun juga kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Di tengah peninjauan lokasi banjir di Kecamatan Sungai Tabuk dan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menunjukkan kepedulian mendalam kepada dua anak yatim piatu korban kecelakaan lalu lintas.

Didampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri, serta Forkopimda Kalimantan Selatan, Kapolda Kalsel menyempatkan diri bertemu dengan Felina Delfi (11) yang akrab disapa Adel dan adiknya Jailani (5). Kakak beradik tersebut kini tinggal bersama neneknya setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tiga tahun lalu di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Akibat kecelakaan tersebut, Adel mengalami gangguan pada tangan sehingga tidak dapat beraktivitas secara normal, sementara sang adik Jailani tidak bisa meluruskan kakinya. Kondisi ini membuat keduanya membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Melihat langsung kondisi tersebut, Kapolda Kalsel tergerak memberikan perhatian khusus dengan memfasilitasi pengobatan dan operasi secara gratis bagi kedua anak tersebut.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa saat Kapolda menjenguk Adel dan Jailani yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Senin (19/1/2026), disampaikan bahwa kondisi keduanya masih memerlukan tindakan medis lanjutan.

“Polda Kalsel melalui dokter-dokter jajarannya segera melakukan tindakan operasi untuk memastikan proses pemulihan dan kesembuhan fisik keduanya,” ujar Kombes Pol Adam Erwindi.

Kapolda Kalsel menegaskan bahwa pengobatan akan dilakukan hingga kondisi Adel dan Jailani kembali pulih.

“Kita akan lakukan operasi kepada keduanya. Untuk sang kakak, akan dilakukan pemeriksaan lebih detail untuk menentukan apakah operasi dapat dilakukan di Banjarmasin atau dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta,” terang Irjen Pol Rosyanto Yudha.

Ia menjelaskan bahwa meski kecelakaan terjadi tiga tahun lalu, kondisi fisik kedua anak masih menyisakan fraktur yang membutuhkan tindakan medis. Penanganan akan dilakukan oleh tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin yang dipimpin Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko, Sp-An-TI, M.M., MARS, QHIA.

“Kami melihat masa depan kedua anak ini. Kami ingin mengembalikan masa depan mereka agar ke depan bisa lebih baik,” harap Kapolda Kalsel.

Tak hanya fokus pada pemulihan fisik, Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan juga memberikan perhatian pada kondisi psikologis Adel dan Jailani. Menyadari trauma mendalam akibat kehilangan orang tua, Bhayangkari melakukan pendampingan dan trauma healing sebelum tindakan operasi dilakukan.

Dengan pendekatan penuh empati dan kelembutan, Bhayangkari memberikan komunikasi menenangkan untuk mengurangi rasa takut, cemas, dan kesedihan yang dialami kedua anak tersebut.

Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha menyampaikan bahwa pendampingan psikologis ini menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

“Semoga Adel dan Jailani diberikan kesembuhan dan pemulihan, baik secara fisik maupun mental, sehingga trauma akibat kehilangan orang tua dapat teratasi,” ujarnya.

Ke depan, Kapolda Kalsel bersama Pejabat Utama Polda Kalsel dan Bhayangkari Daerah Kalsel akan melakukan diskusi lebih lanjut terkait masa depan Adel dan Jailani, termasuk keberlanjutan pendampingan dan pendidikan mereka.

Langkah kemanusiaan Polda Kalsel dan Bhayangkari ini pun mendapat respons positif dari pihak keluarga. Saat ini, Adel dan Jailani masih menjalani perawatan tahap awal sebelum dilakukan tindakan operasi lanjutan. (Humas/Nd_234)

 

You cannot copy content of this page