Syahbudin Desak BWS Kalimantan III Segera Tangani Bendung Pitap, Demi Lindungi Petani dari Banjir dan Kekeringan

0
IMG-20260706-WA0014

Jelajah Kalimantan News, Paringin – Anggota DPRD Kabupaten Balangan, Syahbudin, S.Sos.I., M.M., mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III segera merealisasikan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) serta pengerukan sedimentasi di kawasan Bendung Pitap. Langkah tersebut dinilai mendesak guna mengatasi persoalan banjir dan kekeringan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Balangan.

Menurut Syahbudin, rencana yang disampaikan BWS Kalimantan III merupakan bentuk respons positif terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan solusi konkret atas permasalahan pengelolaan aliran sungai dan irigasi. Namun, ia menegaskan komitmen tersebut harus segera diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar berhenti pada tahap perencanaan.

“Kami berharap apa yang menjadi komitmen BWS Kalimantan III tidak berhenti pada tahap pembahasan, tetapi segera diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Penanganan sedimentasi dan evaluasi menyeluruh terhadap aliran sungai sangat penting agar persoalan banjir dan kekeringan dapat diminimalkan,” ujar Syahbudin di Paringin, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, normalisasi sungai serta pengerukan sedimentasi merupakan langkah strategis untuk mengembalikan fungsi Bendung Pitap sebagai infrastruktur pengairan yang menjadi penopang utama sektor pertanian di Kabupaten Balangan. Dengan aliran sungai yang kembali optimal, distribusi air menuju lahan pertanian diharapkan semakin lancar sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat.

Syahbudin juga menegaskan DPRD Kabupaten Balangan akan terus mengawal proses penanganan Bendung Pitap dan mendorong terjalinnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Balangan, BWS Kalimantan III, serta masyarakat agar seluruh tahapan pelaksanaan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan dalam memulihkan fungsi Bendung Pitap. Selain mengurangi risiko banjir di kawasan terdampak, penanganan yang optimal juga akan menjamin ketersediaan air irigasi bagi petani sepanjang tahun.

“Dengan adanya penanganan yang optimal, kami berharap fungsi Bendung Pitap dan jaringan irigasi dapat kembali maksimal. Ini bukan hanya soal mengatasi banjir, tetapi juga menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat Balangan,” pungkasnya.

Reporter Dayat 
Editor Nando

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page