Kalsel Tancap Gas Dukung Cetak Sawah 2026, Target Produksi Beras Naik Jadi 1,3 Juta Ton

0
IMG_1936-715x400

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh Program Cetak Sawah Tahun 2026 yang dicanangkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian. Program strategis ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kalimantan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, saat menghadiri Rapat Koordinasi Kegiatan Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 Wilayah Kalimantan yang digelar di Banjarbaru, Sabtu (6/6/2026).

Ariadi Noor menegaskan bahwa Pemprov Kalsel siap mengawal dan menyukseskan seluruh program nasional di sektor pertanian, khususnya kegiatan cetak sawah yang akan dilaksanakan di empat provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

“Pemprov Kalimantan Selatan, sesuai arahan Gubernur H. Muhidin, sangat mendukung program nasional ini. Program cetak sawah memberikan ruang yang lebih luas dan terstruktur sehingga pelaksanaannya pada 2026 benar-benar dapat diwujudkan secara akuntabel hingga berhasil panen dan memberikan manfaat bagi petani serta masyarakat,” ujar Ariadi.

Berdasarkan data Survei Investigasi dan Desain (SID) yang dipaparkan dalam rapat koordinasi, Kalimantan Selatan telah mencapai luasan 1.724,70 hektare. Capaian tersebut dinilai menjadi salah satu progres terbaik di antara provinsi-provinsi lain di Kalimantan.

“Progres Kalsel luar biasa. Ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan dan dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Kalimantan,” katanya.

Prestasi sektor pertanian Kalsel semakin diperkuat dengan keberhasilan mencatat surplus beras sebesar 1,2 juta ton pada tahun 2025. Capaian tersebut mengantarkan Kalimantan Selatan sebagai daerah percontohan dalam pengembangan sektor pangan nasional.

Untuk mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan utama penyangga Pulau Kalimantan, Pemprov Kalsel menargetkan peningkatan produksi beras menjadi 1,3 juta ton pada tahun 2026. Target tersebut akan dicapai melalui optimalisasi program cetak sawah rakyat seluas 30 ribu hektare serta pengembangan diversifikasi komoditas pangan lokal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menekankan pentingnya penguatan tata kelola dalam pelaksanaan program cetak sawah. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat harus memiliki persepsi dan tujuan yang sama agar program berjalan sesuai target.

“Inti dari workshop dan rapat koordinasi ini adalah memperkuat tata kelola pelaksanaan cetak sawah. Semua pihak, mulai dari penyedia, pengawas, perencana, TNI hingga dinas terkait harus memiliki satu persepsi dan satu mindset yang sama dalam melaksanakan program ini,” ujarnya.

Hermanto juga mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi wajib mengacu pada dokumen SID yang telah disusun. Ia menegaskan tidak boleh ada pengurangan spesifikasi maupun perubahan pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan.

Selain itu, para penyedia jasa dan pelaksana diminta menjaga konsistensi antara dokumen penawaran dan pelaksanaan di lapangan, termasuk terkait jumlah alat berat dan sumber daya yang telah diajukan dalam proses pengadaan.

“Kita harus memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Tidak ada kompromi terhadap ketidaksesuaian antara dokumen dan pelaksanaan di lapangan. Pengawasan harus dilakukan secara ketat agar target yang ditetapkan dapat tercapai,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian, Geloria Merry Karolina Br. Ginting, mengungkapkan bahwa target SID yang menjadi tanggung jawab Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas II Banjarbaru untuk wilayah Kalimantan mencapai 16.450,95 hektare.

Dari total luasan tersebut, sebanyak 14.726,25 hektare akan dilaksanakan melalui mekanisme swakelola. Secara keseluruhan terdapat 15 paket pekerjaan konstruksi yang akan dikerjakan melalui mekanisme penyedia maupun swakelola.

Hasil Workshop Penyusunan Rencana Kerja Pelaksanaan Konstruksi Cetak Sawah yang berlangsung pada 4–5 Juni 2026 menunjukkan sebanyak 11 paket pekerjaan telah menyelesaikan penyusunan rencana kerja sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.

Rangkaian rapat koordinasi turut diisi dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk keseriusan dalam menyukseskan program cetak sawah tahun 2026 di wilayah Kalimantan.

Melalui komitmen tersebut, diharapkan koordinasi antarinstansi semakin kuat, dukungan pemerintah daerah semakin optimal, serta berbagai kendala teknis dan administratif dapat diselesaikan lebih cepat sehingga seluruh target program dapat tercapai sesuai rencana.

Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan sinergi lintas sektor, program cetak sawah 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengukuhkan Kalimantan Selatan sebagai salah satu sentra produksi beras terbesar di Indonesia. (MC/Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page