Jusuf Kalla Bongkar Masa Lalu Haji Isam: Lulusan SMP, Mantan Sopir Truk, Kini Kaya Rp10 Triliun dan Dipercaya Presiden Prabowo

1749025030617-xo4ddg~2

Jelajah Kalimantan News, Makassar – Eks Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), membeberkan kisah inspiratif dari salah satu konglomerat Indonesia, Haji Isam alias Andi Syamsuddin Arsyad, dalam sambutannya di acara wisuda Universitas Hasanuddin.

Di hadapan ratusan mahasiswa, JK menceritakan bahwa Haji Isam bukanlah sosok yang datang dari latar belakang pendidikan tinggi. Pria asal Bone, Sulawesi Selatan, yang kini bermukim di Kalimantan itu hanya menamatkan pendidikan hingga SMP dan pernah menjadi sopir truk.

Haji Isam yang terkenal asalnya orang Bone, kini di Kalimantan. Dia mulai dari sopir truk, tamatan SMP,” ujar JK, dikutip dari YouTube MerdekaDotCom (4/6).

Meski demikian, Haji Isam berhasil membuktikan bahwa kesuksesan bukan milik mereka yang hanya berijazah tinggi. Menurut JK, keberhasilan Isam adalah buah dari kerja keras, skill, dan kemauan besar untuk terus maju. Ia menyebut Haji Isam sebagai teladan nyata bagi generasi muda.

Kekayaan Rp10 Triliun, Bisnis Melebar ke Banyak Sektor

Haji Isam kini dikenal sebagai bos tambang dari Kalimantan Selatan, dengan kerajaan bisnis yang merambah ke sektor batu bara, biodiesel, dan bahkan penerbangan. Estimasi kekayaannya mencapai angka fantastis: Rp10 triliun.

Angka ini mencuat dari zakat maal yang ia bayarkan, yakni sebesar Rp250 miliar. Jika mengacu pada perhitungan zakat sebesar 2,5% dari total kekayaan, maka jumlah harta Haji Isam diperkirakan mencapai Rp10 triliun.

Dipercaya Presiden Prabowo Jalankan Proyek Strategis Nasional

Nama Haji Isam tak hanya berkibar di dunia bisnis. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memberikan mandat khusus kepadanya untuk memimpin proyek besar pengembangan lahan pertanian seluas 1 juta hektare di Merauke, Papua Selatan.

Sebagai bentuk keseriusannya, pada Oktober 2024 lalu, Isam memesan 2.000 unit ekskavator untuk mendukung program cetak sawah ini. Proyek tersebut diharapkan tidak hanya menopang ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka keterisolasian di wilayah timur Indonesia. (Merdeka/Nd_234)

Kisah Haji Isam membuktikan bahwa kesuksesan bisa datang dari mana saja—asal ada tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.

 

 

 

 

You cannot copy content of this page