GMPD Kalsel Ultimatum PLN 1×24 Jam, Ancam Serukan Gerakan Tidak Bayar Tagihan Listrik Jika Pemadaman Berlanjut

0
IMG-20260729-WA0042

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Ketua DPD Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD) Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Provinsi Kalimantan Selatan, Drs. Rachmadi Engot, menyampaikan ultimatum kepada PT PLN agar bersikap terbuka terkait penyebab pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Rachmadi Engot meminta PLN dalam waktu 1×24 jam memfasilitasi perwakilan pendemo bersama awak media untuk meninjau langsung lokasi yang disebut-sebut mengalami kerusakan dan menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik.

Menurutnya, keterbukaan informasi kepada masyarakat sangat penting agar publik mengetahui secara langsung kondisi di lapangan serta proses perbaikan yang sedang dilakukan PLN.

“Kami memberikan waktu 1×24 jam kepada PLN untuk memfasilitasi pendemo bersama awak media melihat langsung lokasi yang dinyatakan mengalami kerusakan. Transparansi sangat diperlukan agar masyarakat tidak lagi bertanya-tanya mengenai penyebab pemadaman yang terus terjadi,” ujar Rachmadi.

Ia menegaskan, apabila hingga minggu kedua Agustus 2026 pemadaman listrik masih terus berlangsung tanpa adanya perbaikan yang signifikan, GMPD bersama Gerdayak akan mengajak masyarakat Kalimantan Selatan melakukan aksi penolakan pembayaran tagihan listrik sebagai bentuk protes terhadap pelayanan yang dinilai belum optimal.

“Saya berstatemen, apabila pada minggu kedua Agustus masih terjadi pemadaman listrik, maka kami akan mengajak masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya para pelanggan PLN, untuk tidak membayar tagihan listrik sebagai bentuk protes atas pelayanan yang belum maksimal,” tegasnya.

Rachmadi berharap PLN segera menunjukkan langkah nyata dalam menyelesaikan gangguan sistem kelistrikan sekaligus memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab kerusakan, progres perbaikan, serta target normalisasi pasokan listrik.

Jangan sampai massa menyegel kantor PLN dan melakukan penutupan alur Barito dari hilir mudik tongkang batubara, tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait ultimatum yang disampaikan Ketua DPD GMPD Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru tersebut maupun permintaan agar pendemo dan awak media dapat meninjau langsung lokasi kerusakan yang dimaksud. (Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page