Bupati Balangan Buka Lokakarya Penanganan Narkoba: Libatkan Lurah, Mahasiswa, dan Kejaksaan

IMG-20250806-WA0028

Jelajah Kalimantan News, Paringin – Pemerintah Kabupaten Balangan terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Lokakarya Penanganan dan Penyalahgunaan Narkoba yang dibuka langsung oleh Bupati Balangan H. Abdul Hadi di Aula Mayang Maurai, Rabu (6/8).

Kegiatan yang digelar atas kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AP2KBPMD) dengan Kejaksaan Negeri Balangan, turut melibatkan para Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Balangan, serta mahasiswa dari Universitas Sapta Mandiri, dengan total peserta mencapai 177 orang.

Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hadi menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan serius yang mengancam masa depan bangsa, termasuk masyarakat Balangan. “Masalah narkoba bukan hanya tugas satu lembaga, tapi menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, lokakarya ini penting sebagai bentuk penguatan peran pemerintah desa dalam upaya pencegahan, pemberantasan, dan penanganan narkoba di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap adanya sinergi konkret antara pemerintah daerah, kejaksaan, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Balangan dalam memperkuat langkah-langkah penanggulangan narkoba secara menyeluruh.

Senada dengan itu, Kepala Dinas DP3AP2KBPMD, Bejo Priyogo, S.Kep, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait penanganan korban dan strategi pemberantasan penyalahgunaan narkoba. “Selain itu, lokakarya ini juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara instansi pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dan mahasiswa dalam membangun komitmen bersama melawan narkoba,” jelas Bejo.

Bejo juga memaparkan empat tujuan utama lokakarya, yaitu:

1. Memberikan pemahaman komprehensif tentang penanganan kasus dan korban narkoba.

2. Meningkatkan sinergi antar lembaga dan masyarakat.

3. Membangun langkah nyata untuk pencegahan dan rehabilitasi korban.

4. Menjadi forum strategis pengembangan penanganan narkoba yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Balangan, Manggantar Siregar, S.H, menekankan pentingnya pendidikan anti-narkoba berbasis keluarga. “Strategi ini sangat efektif, karena keluarga adalah garda terdepan dalam membentuk kesadaran dan ketahanan terhadap bahaya narkoba,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas peningkatan jumlah penyalahguna narkoba. Oleh karena itu, menurutnya, pendekatan penegakan hukum harus berjalan seiring dengan edukasi dan pencegahan yang komprehensif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal komitmen bersama dalam membentengi desa-desa di Balangan dari ancaman narkoba, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Penulis: Dayat

Editor: Nd_234

 

You cannot copy content of this page