Bupati Bahrul Ilmi Bahas Sinergi Penyaluran Pupuk Bersubsidi dengan PT Pupuk Indonesia, Targetkan Distribusi Tepat Sasaran Lewat Koperasi Merah Putih

IMG-20251022-WA0051

Jelajah Kalimantan News, Marabahan – Dalam upaya memperlancar penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi melakukan audiensi dengan manajemen PT Pupuk Indonesia di Banjarmasin, Senin (20/10). Turut mendampingi, Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Bappeda, serta sejumlah Staf Ahli Bupati Barito Kuala.

Pertemuan ini membahas strategi sinergi antara Pemkab Barito Kuala dan PT Pupuk Indonesia untuk meningkatkan efektivitas distribusi pupuk bersubsidi, sekaligus mendorong percepatan serapan pupuk sesuai alokasi pemerintah pusat.

Manajer Penjualan Wilayah Kalimantan PT Pupuk Indonesia, Nanda, menjelaskan bahwa pada 2025 terdapat 33.747 usulan kebutuhan pupuk melalui e-RDKK Barito Kuala. Hingga 20 Oktober, penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 46% untuk OREA dan 65% untuk NPK, dengan sisa alokasi sekitar 10.000 ton yang akan disalurkan hingga akhir tahun.

“Dari total 57.000 petani yang terdaftar, baru sekitar 36.000 atau 63% yang melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Bahkan, sekitar 7.000 petani belum pernah menebus pupuk sejak 2023,” ungkap Nanda.

Menanggapi hal itu, Bupati Bahrul Ilmi menyampaikan apresiasi kepada PT Pupuk Indonesia atas dukungannya terhadap petani Barito Kuala. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam memastikan pupuk bersubsidi terserap maksimal.

“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh agar penyaluran pupuk berjalan lancar dan tepat sasaran. Jika ada kendala, kami siap berkoordinasi untuk mencari solusi,” tegas Bahrul.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa Pemkab Barito Kuala akan mengoptimalkan peran Koperasi Merah Putih program nasional yang digagas Presiden Prabowo sebagai mitra distribusi pupuk bersubsidi di tingkat desa.

Tercatat ada 201 koperasi Merah Putih tersebar di 195 desa dan kelurahan di Barito Kuala yang siap dilibatkan dalam rantai distribusi.

“Ke depan, Koperasi Merah Putih akan menjadi titik serap pupuk di desa. Kami juga akan melibatkan perusahaan daerah agar memiliki tanggung jawab penuh terhadap kelancaran distribusi,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperindag Hery Sasmita menambahkan bahwa audiensi ini merupakan langkah nyata Bupati dalam mencari solusi atas rendahnya serapan pupuk bersubsidi.

“Melalui kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia, perusahaan daerah, dan koperasi, diharapkan ke depan tak ada lagi petani yang kesulitan mendapatkan pupuk,” ungkapnya.

Usai audiensi, Bupati Bahrul Ilmi menyatakan optimismenya bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di Barito Kuala akan semakin lancar mulai tahun 2026, bahkan berharap kuota pupuk bagi petani dapat ditingkatkan.

“Insya Allah, dengan kerja sama yang baik ini, distribusi pupuk akan berjalan tanpa hambatan. Kami ingin seluruh petani mendapat haknya secara merata,” tutup Bupati Bahrul.

Pihak PT Pupuk Indonesia menyambut positif langkah koordinatif tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi arahan dan masukan dari Bapak Bupati. Semua hasil audiensi akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme demi kepentingan petani Barito Kuala,” tutur Nanda.

Audiensi ini menjadi langkah konkret Pemkab Barito Kuala dalam memperkuat sinergi lintas sektor demi mendukung keberlanjutan program pertanian dan kesejahteraan petani di daerah. (Diskominfo/Nd_234)

 

 

You cannot copy content of this page