Insinyur Muda Indonesia Berkiprah di Forum Internasional Hong Kong, FIM PII Wakili Tanah Air

IMG-20250319-WA0054

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Indonesia kembali membuktikan eksistensinya di kancah internasional melalui partisipasi para insinyur muda dalam International Young Engineer Exchange Forum Asia Pacific. Acara ini bertepatan dengan 40th Anniversary Flagship Event yang diselenggarakan oleh The Hong Kong Institution of Engineers – Young Member Committee (HKIE-YMC) di Hong Kong Polytechnic University, pada 6-9 Maret 2025.

Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengirimkan perwakilan sebagai delegasi dalam ajang pertukaran insinyur muda internasional ini. Delegasi Indonesia terdiri dari:

  • Ir. Haudhi Ramdayuza, S.T., IPM, ASEAN Eng. (FIM PII Pusat)
  • Ir. Nanang Elva Julianoor Putra, S.ST, M.T. (FIM PII Kalimantan Selatan)
  • Muhammad Nanda, S.T. (Kalimantan Selatan)

Selain Indonesia, forum ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Jerman.

Seminar, Diskusi, dan Kunjungan Industri

Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai seminar, diskusi, dan kunjungan ke beberapa tempat strategis, termasuk pabrik penyuplai air di Hong Kong. Seminar diisi oleh para pakar industri, di antaranya:

  • Dr. Charles K.C CheungSenior Data Scientist dan Deputy Director Nvidia AI Tech Center HK (NVIDIA)
  • Leung Tak Ming AndersonDirector Urban Renewal Authority
  • Don Chenh Hill-Kwong – The Hong Kong and China Gas Company Limited

Masing-masing delegasi juga berkesempatan berdiskusi tentang perkembangan keinsinyuran di negaranya, membangun jejaring, serta memperkuat sinergi di tingkat internasional.

Komitmen Insinyur Muda Indonesia di Kancah Global

Ketua FIM PII Pusat, Ir. Haudhi Ramdayuza, S.T., IPM, ASEAN Eng., menegaskan pentingnya forum ini bagi insinyur muda Indonesia.

“Acara Hong Kong International Young Engineer Exchange menjadi ajang strategis bagi insinyur muda dari berbagai negara untuk berbagi wawasan, membangun jaringan, serta memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan global di bidang keteknikan dan inovasi.”

Ia juga menekankan peran aktif Indonesia dalam diskusi global, terutama terkait pengembangan kota pintar dan kerja sama insinyur muda internasional.

Senada dengan Haudhi, Ketua FIM PII Kalimantan Selatan, Ir. Nanang Elva Julianoor Putra, S.ST, M.T., menekankan bahwa keikutsertaan dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen FIM PII dalam pengembangan dunia keinsinyuran Indonesia dan memperkuat daya saing insinyur muda tanah air di kancah global.

“Dengan partisipasi dalam forum internasional ini, kita menunjukkan komitmen dalam mengembangkan dunia keinsinyuran di Indonesia serta memperkuat posisi insinyur tanah air dalam kompetisi global,” ungkap Nanang.

FIM PII: Wadah Berkembang bagi Insinyur Muda Indonesia

Koordinator dan Humas FIM PII Kalimantan Selatan juga menegaskan bahwa FIM PII adalah platform yang tepat bagi generasi muda untuk berkarya dan bertukar informasi terkait dunia keinsinyuran.

“FIM PII adalah wadah bagi generasi muda untuk berkembang, saling mendukung, dan berdiskusi tentang keinsinyuran. Kita harus memanfaatkan sumber daya Indonesia yang berlimpah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Dengan partisipasi aktif dalam forum ini, insinyur muda Indonesia semakin memperkuat eksistensinya di dunia global, membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang keteknikan dan inovasi teknologi. (*/,Nd_234)

You cannot copy content of this page