FKPWK Apresiasi Kejaksaan Agung Bongkar Mafia BBM, Desak Pengawasan Ketat di Kalimantan Selatan
Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Ketua Umum Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), Adv. Rahmad Fadillah, SH, menyoroti terbongkarnya kasus korupsi besar-besaran terkait pengoplosan BBM Pertalite menjadi Pertamax. Kasus ini merugikan keuangan negara dan masyarakat hingga Rp193 triliun lebih.
Menurut Rahmad, tindakan oknum mafia BBM yang beroperasi secara sistematis sangat mencederai kepentingan negara dan masyarakat. Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada Kejaksaan Agung yang berani mengungkap kasus ini, terbukti dengan penetapan tujuh tersangka dalam perkara tersebut.
“Ini adalah perjuangan yang penuh tantangan. Namun, kami meyakini masih ada pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan mafia BBM ini. Kami harap Kejaksaan Agung terus mengembangkan kasus ini dan mengungkap aktor-aktor besar di baliknya,” ujar Advokat ini.
FKPWK juga menyerukan agar semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan organisasi masyarakat (ormas), turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM guna membantu tugas pengawasan di lapangan.
Lebih lanjut, Rahmad menaruh harapan besar kepada PT. Pertamina Patra Niaga, selaku operator pengawasan distribusi BBM di daerah, termasuk di Kalimantan Selatan. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap BBM yang masuk ke wilayah ini.
“Saatnya PT. Pertamina Patra Niaga Kalimantan Selatan meningkatkan pengawasan dan pengecekan BBM yang dibongkar dari kapal tanker. Harus dipastikan kemurnian BBM tersebut melalui pengujian di laboratorium yang terkalibrasi dengan baik. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena menggunakan BBM oplosan yang dapat merusak mesin kendaraan,” tegas Purna Polri ini.
Kasus pengoplosan BBM ini menjadi momentum bagi Pertamina untuk memperketat kontrol di lapangan. FKPWK berharap agar BBM yang didistribusikan di Kalimantan Selatan benar-benar murni dan sesuai standar, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas BBM tetap terjaga. (Nd_234)






