ESDM Kalsel Minta Warga Waspada, Jangan Picu Titik Api Baru di Tengah Karhutla

0
IMG_3596-1536x1024

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah munculnya titik api baru di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Selatan, Endarto, mengatakan pengendalian karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman dan pembasahan. Peran masyarakat dalam mencegah munculnya sumber api baru dinilai sangat menentukan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Hal tersebut disampaikan Endarto usai mendampingi Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau penggunaan pompa untuk penanggulangan karhutla di kawasan ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa (25/8/2026).

Endarto menjelaskan, petugas di lapangan terus melakukan penjagaan dan pembasahan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan munculnya titik api. Peralatan pompa ditempatkan sesuai kebutuhan, termasuk unit berukuran ringan yang dapat dipindahkan secara mobile.

“Petugas juga memfungsikan peralatan yang sifatnya ringan sehingga bisa mobile untuk dibawa ke mana-mana. Sehingga potensi titik api yang baru bisa diantisipasi,” kata Endarto.

Ia menegaskan pencegahan titik api baru menjadi sangat penting, terutama di kawasan Guntung Damar yang memiliki luasan sekitar 122 hektare. Dari wilayah tersebut, sekitar 60 persen dilaporkan telah terbakar.

Selain melakukan pembasahan, tim juga memastikan kanal-kanal yang tersedia tetap dialiri air. Sejumlah pompa difungsikan untuk memperlancar sekaligus menambah aliran air menuju kawasan yang membutuhkan pasokan air untuk menjaga kondisi lahan tetap basah.

Endarto menekankan masyarakat memiliki peran penting dalam memutus potensi munculnya kebakaran baru. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran.

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari hal-hal yang memicu atau menjadikan ini sebagai sumber atau potensi titik api baru,” tegasnya.

Menurutnya, sejumlah hal sederhana juga perlu menjadi perhatian, seperti memastikan bekas pembakaran benar-benar padam, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Karhutla, lanjut Endarto, tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berimbas langsung terhadap masyarakat melalui memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

“Imbasnya sangat besar. Masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan, merasakan kabut asap yang sudah sangat tebal dan sangat pekat,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak meningkatkan kepedulian dan bersama-sama mencegah munculnya kebakaran baru. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kabut asap semakin pekat sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan masyarakat.

“Ini harus segera kita antisipasi supaya tidak ada korban infeksi saluran pernapasan yang semakin banyak,” pungkas Endarto. (MC Kalsel/Fuz)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page