Bara Api Masih Bersarang di Gambut, Kapolda Kalsel Turun Langsung Padamkan Karhutla dan Kerahkan 300 Pompa

0
IMG-20260824-WA0008

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan diperkuat dengan operasi terpadu lintas sektor. Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Karhutla Provinsi Kalsel di VIP Room Lanud Syamsuddin Noor, Minggu (23/8/2026).

Rapat koordinasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan strategi. Usai rapat, Kapolda Kalsel langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi kebakaran sekaligus ikut dalam upaya pemadaman di sekitar Posko Tegal Arum, Kota Banjarbaru.

Kapolda Kalsel turun bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Komandan Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan area yang terbakar merupakan kawasan lahan gambut dengan kedalaman mencapai 1 hingga 3 meter.

Meski kobaran api di permukaan mulai mereda dan kabut asap berangsur berkurang, petugas masih menemukan bara api aktif yang tertanam di bawah permukaan tanah.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena bara yang masih tertanam di dalam gambut dapat kembali memicu kebakaran. Karena itu, proses pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke bagian bawah permukaan.

Untuk mempercepat pemadaman dan pendinginan lahan atau mopping up, sebanyak 300 unit pompa air disiapkan untuk ditempatkan di tiga wilayah prioritas.

Sebanyak 100 unit pompa dialokasikan ke masing-masing wilayah, yakni Pengayuan/Liang Anggang, Guntung Damar, dan kawasan Hutan Lindung.

Dukungan peralatan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pihak swasta, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, serta BPBD/Pemerintah Provinsi Kalsel.

Strategi pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan pasokan air dari saluran irigasi utama Sultan Adam/Cindi Alus yang kemudian dialirkan menuju kanal-kanal di sekitar titik kebakaran.

Untuk menjaga efektivitas operasi sekaligus stamina petugas, setiap pompa akan dioperasikan oleh enam personel dengan pola kerja tiga sif secara berkelanjutan.

Operasi pemadaman terpadu melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Kehutanan, Dinas ESDM, Satpol PP, Damkar, serta dukungan tujuh perusahaan yang berada di sekitar lokasi.

Untuk mendukung operasi tersebut, disiapkan anggaran operasional tahap awal sebesar Rp7,6 miliar untuk jangka waktu dua minggu.

Dengan dukungan anggaran, sarana dan personel tersebut, target pemadaman total diharapkan dapat dimaksimalkan dan dirampungkan dalam periode dua minggu.

Penanganan Karhutla tidak hanya diarahkan pada kobaran api yang terlihat di permukaan. Tim gabungan juga memprioritaskan pengendalian bara yang masih berada di bawah lapisan gambut.

Langkah ini penting untuk mencegah api kembali muncul setelah permukaan terlihat padam. Pembasahan dan pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan titik panas benar-benar terkendali.

Aspek kesehatan juga menjadi bagian penting dalam operasi. Posko kesehatan disiapkan untuk memberikan layanan kepada personel dan masyarakat sekitar, disertai edukasi penggunaan masker untuk mengurangi dampak paparan asap.

Sementara itu, upaya penegakan hukum dan tindakan preventif terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar terus diperketat. Pengawasan dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru dan mengantisipasi meluasnya kembali Karhutla di wilayah Kalsel.

Pengerahan 300 pompa air, sistem kerja tiga sif, dukungan personel lintas instansi, serta anggaran operasional Rp7,6 miliar menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dan aparat dalam memutus ancaman Karhutla, termasuk memastikan bara api yang tersembunyi di dalam lahan gambut benar-benar padam. (Humas)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page