Koperasi Kalsel Didorong Perluas Kemitraan, Perkuat Daya Saing dan Kemandirian Usaha
Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Koperasi di Kalimantan Selatan didorong semakin terbuka membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai badan hukum maupun pelaku usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas jaringan usaha, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan koperasi secara berkelanjutan.
Dorongan itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmaddin, dalam sambutannya pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kerja Sama Koperasi dengan Badan Hukum Lainnya Tahun 2026 di Banjarmasin, Rabu (26/8/2026).
Rahmaddin menegaskan, koperasi sebagai salah satu sokoguru perekonomian bangsa memiliki kekuatan utama pada semangat gotong royong, demokrasi ekonomi, dan kemandirian. Namun, menghadapi perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis dan kompetitif, koperasi perlu membangun jejaring serta tidak berjalan sendiri.
Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak, khususnya badan hukum lainnya, dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat fondasi usaha koperasi.
“Perlu adanya sinergi, kolaborasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan badan hukum lainnya, baik itu BUMN, BUMD, PT, CV, maupun lembaga usaha lainnya,” kata Rahmaddin.
Ia menyebutkan, kemitraan yang dibangun secara tepat dapat membuka akses koperasi terhadap berbagai sumber daya. Mulai dari permodalan, jaringan distribusi, pemasaran, teknologi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan akses yang semakin luas, koperasi diharapkan mampu mengembangkan skala usaha sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan manfaat bagi para anggotanya.
Rahmaddin juga menekankan pentingnya membangun pola kemitraan yang sehat, profesional, transparan, dan saling menguntungkan. Menurutnya, kerja sama bukan sekadar memperluas jaringan, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah bagi koperasi dan mitra usaha.
“Melalui pola kemitraan yang sehat dan saling menguntungkan, koperasi dapat meningkatkan daya saing dan bertransformasi menjadi entitas usaha modern tanpa meninggalkan jati dirinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rahmaddin menjelaskan, Bimtek tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada koperasi mengenai berbagai bentuk dan mekanisme kerja sama dengan badan hukum lainnya.
Kegiatan itu juga diharapkan mampu mendorong koperasi membangun kolaborasi strategis yang dapat memperkuat posisi mereka di tengah arus persaingan usaha yang semakin ketat.
Tak hanya berorientasi pada pemahaman teori, Bimtek menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman, informasi, dan praktik baik dalam membangun kemitraan usaha yang efektif. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan dalam pengembangan koperasi di daerah masing-masing.
Rahmaddin meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius serta aktif menggali ilmu dan pengalaman dari para narasumber.
Ia berharap hasil Bimtek tidak berhenti pada peningkatan wawasan, tetapi benar-benar diimplementasikan untuk memperkuat kelembagaan, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan produktivitas koperasi.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat koperasi, membangun jejaring usaha yang lebih luas, serta menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi yang berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Rahmaddin optimistis semakin kuatnya kolaborasi antara koperasi dan berbagai badan hukum lainnya akan membuka lebih banyak peluang pengembangan usaha. Pada akhirnya, kemitraan tersebut diharapkan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi koperasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. (MC Kalsel/Fuz)






