17 Titik Karhutla di Kalsel Terbakar, Korem 101/Antasari Kerahkan Pasukan dan Helikopter Water Bombing
Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan terus digencarkan. Prajurit jajaran Korem 101/Antasari bersama tim gabungan bergerak cepat menangani sedikitnya 17 titik api yang tersebar di Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar, Jumat (21/8/2026).
Tim gabungan yang diterjunkan melibatkan personel TNI, BPBD, Polri, Manggala Agni, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), serta relawan masyarakat. Penanganan dilakukan melalui pemadaman langsung, penyekatan, pembasahan hingga pendinginan (cooling down) untuk mencegah api kembali berkobar.
Dari hasil penanganan di lapangan, total estimasi lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari 100 hektare. Area yang terbakar meliputi semak belukar, vegetasi galam hingga perkebunan sawit.
Kondisi cuaca kering, tiupan angin kencang dan karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama bagi petugas. Api bahkan dapat merambat melalui bagian bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan proses pembasahan dan pendinginan secara berulang.
Di Kabupaten Barito Kuala dan Balangan, sejumlah titik berhasil dikendalikan. Pemadaman dilakukan di Kelurahan Ulubenteng dengan luas sekitar 1,5 hektare dan Desa Palingkau sekitar 1 hektare.
Sementara itu, di Desa Puntik Dalam dengan luas sekitar 0,4 hektare serta wilayah HSU dan Balangan, seperti Desa Mawarsari sekitar 0,7 hektare dan Desa Pulau Damar sekitar 10 hektare, petugas masih melakukan pembasahan untuk mengisolasi titik api di kawasan lahan gambut.
Di Kabupaten Tanah Laut, tim gabungan berhasil memadamkan Karhutla di Kelurahan Pelaihari dengan luas sekitar 2 hektare dan Desa Tambang Ulang sekitar 10 hektare.
Namun, penanganan di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, menjadi salah satu lokasi dengan tantangan terbesar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare. Petugas masih berjibaku melakukan pemadaman karena terkendala angin kencang serta akses jalan menuju titik api terjauh yang sulit dilalui.
Sementara di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, operasi penyekatan dan pemadaman dilakukan secara masif di sembilan lokasi strategis, mulai dari kawasan Liang Anggang, Gambut, Sungai Besar hingga lahan milik TNI di Sungai Ulin.
Selain mengandalkan armada darat berupa tangki air dan mesin alkon, penanganan juga diperkuat dengan pengerahan satu unit helikopter water bombing. Dukungan dari udara tersebut digunakan untuk membantu menyekat pergerakan api dan mempercepat proses pemadaman di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kebakaran di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, dengan luas sekitar 4 hektare berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh Tim Siaga Karhutla bersama Satgas BPBD.
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 101/Antasari Mayor Inf Wartono, mewakili Danrem 101/Ant, mengatakan seluruh unsur terkait masih melakukan pemantauan dan pendinginan di sejumlah lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
“Secara keseluruhan, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian insiden ini. Kendala utama di lapangan meliputi minimnya sumber air, angin kencang, dan sulitnya akses medan,” ujar Wartono.
Ia menegaskan, hingga Jumat malam, personel Korem 101/Antasari bersama unsur gabungan tetap disiagakan di lapangan.
“Personel Korem 101/Antasari bersama unsur terkait tetap siaga penuh di lapangan untuk pemantauan serta pendinginan guna memastikan titik api tidak kembali menyala,” tegasnya.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kepolisian, Manggala Agni, BPK dan relawan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan Karhutla sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang masih kering.
Hingga malam hari, operasi pemadaman, penyekatan dan cooling down terus dilakukan di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak kembali muncul dan meluas. (Pen 101)






