Meski Hujan Masih Turun, BPBD Kalsel Siaga Karhutla 2026, Warga Diminta Tidak Bakar Lahan
Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau tahun 2026.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menegaskan seluruh jajaran diminta siap siaga dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran di berbagai wilayah.
Menurutnya, arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, telah disampaikan melalui Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dalam apel gabungan awal April 2026 di Lapangan Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/4/2026).
Usai apel tersebut, Ronny menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup telah menerbitkan edaran kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Edaran itu langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan mengirimkan surat serupa ke seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
“Edaran dari Menteri Lingkungan Hidup sudah kami tindak lanjuti ke daerah sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
BPBD Kalsel juga telah menginstruksikan seluruh BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam menghadapi musim kemarau yang rawan memicu kebakaran.
Langkah-langkah yang ditekankan meliputi pengecekan kesiapan personel, peralatan pemadam, hingga pelaksanaan patroli rutin di wilayah rawan.
“Kami minta seluruh daerah memastikan kesiapan personel, peralatan, serta aktif melakukan patroli di lingkungan masing-masing,” jelas Ronny.
Selain itu, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta menjaga lingkungan sekitar, khususnya di kawasan permukiman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran,” tegasnya.
Ronny menambahkan, meskipun dalam beberapa hari terakhir masih terjadi hujan, suhu udara di Kalimantan Selatan terpantau cukup tinggi. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Walaupun masih ada hujan, suhu udara cukup tinggi. Memang belum ada titik api, namun kita harus tetap waspada terhadap potensi karhutla,” pungkasnya. (MC/Nd_234)






