Juna Aqiel Hidayat, Bocah Jangkung yang Bawa Kuntau Tabalong Bersinar di Panggung Nagacilik Kalsel 2025

IMG-20251212-WA0031

Jelajah Kalimantan News, Tabalong – Di tengah sorotan lampu megah Gedung Mahligai Pancasila, seorang bocah 10 tahun dari SDN 1 Jangkung berhasil mencuri perhatian seluruh ruangan. Juna Aqiel Hidayat, lahir 8 Juni 2015, tampil menjanjikan dan sukses menyabet gelar Nagacilik Wakil 2 Kalimantan Selatan 2025. Namun lebih dari sekadar prestasi, perjalanan Juna adalah kisah tentang kecintaan pada budaya yang diwariskan turun-temurun.

Kuntau: Pilihan Bakat yang Berani dan Berkarakter

Ketika banyak peserta memilih bakat mainstream, Juna tampil menonjol dengan Silat Kuntau, seni bela diri khas Banjar yang penuh filosofi dan teknik murni. Keputusannya bukan tanpa alasan Kuntau adalah bagian dari identitas Tabalong, dan Juna ingin membawanya ke panggung yang lebih luas.

Rumahnya di Jangkung menjadi tempat pertama bagi lahirnya bakat dan tekad tersebut. Dukungan orang tua, Fitri M. Hidayatullah dan Elma Riska, menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kompetitifnya. Sang ayah bahkan menjadi pelatih awal sekaligus role model, menanamkan kedisiplinan sejak dini.

Ditempa di Perguruan Singga Rimba: Latihan Satu Bulan yang Mengubah Segalanya

Untuk naik ke level provinsi, Juna menjalani tempaan intensif selama satu bulan di Perguruan Kuntau Singga Rimba Desa Juai, di bawah bimbingan langsung Abah Warli, Ketua Perguruan Kuntau Tabalong dan tokoh sentral dalam pelestarian seni bela diri ini.

Dalam empat minggu tersebut, Juna bukan hanya mematangkan teknik, tetapi juga karakter, ekspresi, dan mental panggung. Hasilnya terlihat jelas saat malam final: gerakannya tegas, bertenaga, dan sarat nilai tradisi.

Aksi Juna pada malam puncak bukan sekadar pertunjukan ia menjadi bentuk nyata bahwa Kuntau Tabalong mampu bersaing dengan seni modern lainnya.

“Juna telah menjadi duta cilik yang luar biasa, membawa nama Tabalong dari SDN 1 Jangkung hingga ke panggung Nagacilik Kalimantan Selatan,” ungkap H Kusnandar, perwakilan Dinas Pendidikan Tabalong.

Dari Gelanggang Silat ke Panggung Modeling

Selain seni bela diri, Juna juga harus menguasai dasar modeling dan gestur panggung. Di sinilah peran ZR Modeling School dan pelatih Suwandi Amyuz menjadi krusial.

“Juna anak yang cepat belajar dan disiplin. Semua arahan dapat ia serap dengan maksimal,” ujar Suwandi.

Kombinasi unik antara seni tradisional dan modern inilah yang membuat penampilan Juna memiliki karakter kuat, berbeda dari peserta lain, dan memikat juri sejak awal.

Awal Perjalanan Baru Sang Duta Cilik Tabalong

Gelar Nagacilik Wakil 2 Kalsel 2025 bukan garis akhir, melainkan titik awal bagi perjalanan Juna sebagai wajah baru Tabalong. Ia kini memikul tugas mempromosikan seni budaya dan potensi daerah, sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lain bahwa pelestarian tradisi bukan hal kuno melainkan kebanggaan.

Kisah Juna Aqiel Hidayat adalah bukti bahwa bakat autentik yang didukung ketekunan, tempaan yang tepat, dan kecintaan pada identitas budaya dapat membawa seorang anak dari desa kecil menuju panggung provinsi.

Dengan langkah mantap dan semangat budaya yang tak padam, Juna kini siap mengharumkan nama Tabalong di kesempatan berikutnya sebagai Nagacilik yang benar-benar membawa jiwa Banjar dalam setiap gerakannya.

Reporter Dayat 
Editor Nando

You cannot copy content of this page