Wajib Skrining Sebelum Berobat, BPJS Kesehatan Balangan Dorong Deteksi Dini 14 Penyakit Kronis
Jelajah Kalimantan News, Paringin – Mulai tahun ini, peserta BPJS Kesehatan yang ingin mendapatkan layanan berobat diwajibkan terlebih dahulu melakukan Skrining Riwayat Kesehatan. Kebijakan ini berlaku secara nasional, termasuk di Kabupaten Balangan, sebagai langkah preventif untuk mendeteksi dini risiko penyakit kronis.
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Balangan, Basnah, membenarkan bahwa skrining kesehatan menjadi syarat awal sebelum peserta memperoleh pelayanan kesehatan.
“Skrining kesehatan dulu, dan ini berlaku se-Indonesia. Tujuannya untuk deteksi dini penyakit seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan lainnya,” jelas Basnah, Rabu (15/10/2025).
Program skrining ini dirancang untuk mendeteksi 14 potensi risiko penyakit, antara lain Diabetes Mellitus, Hipertensi, Stroke, Ischemic Heart Disease, Kanker Payudara, Kanker Serviks, Kanker Paru, Kanker Kolorektal, Thalasemia, PPOK, Anemia, Tuberkulosis, Hepatitis B, dan Hepatitis C.
Masyarakat dapat melakukan skrining riwayat kesehatan melalui website resmi BPJS Kesehatan maupun aplikasi Mobile JKN. Selain itu, peserta juga bisa melakukan pemeriksaan langsung di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) saat berobat.
“Pelaksanaannya langsung di FKTP pada saat peserta berobat. Kalau sudah skrining, tidak perlu lagi tahun itu, cukup satu kali dalam setahun,” terang Basnah.
Bagi peserta lanjut usia atau warga yang kesulitan mengisi formulir, petugas BPJS maupun tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan siap membantu.
“Biasa dibantu, ada petugasnya. Bisa juga petugas langsung yang mengisikan,” tambahnya.
Basnah mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Balangan untuk segera melakukan skrining kesehatan agar dapat mengetahui faktor risiko sejak dini.
“Diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Balangan dapat melakukan skrining riwayat kesehatan ini untuk mengetahui faktor risiko penyakit di masa mendatang,” pungkasnya.
Reporter Dayat Editor Nando






