ULM Hadirkan UTMBK Ramah Disabilitas, 16 Peserta Jalani Ujian dengan Fasilitas Khusus

WhatsApp-Image-2025-07-02-at-11.33.22

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan ramah disabilitas. Hal ini ditunjukkan melalui penyediaan fasilitas khusus bagi 16 peserta penyandang disabilitas dalam pelaksanaan Ujian Tulis Mandiri Berbasis Komputer (UTMBK) tahun 2025.

Pada hari ketiga pelaksanaan UTMBK, Rabu (2/7/2025), sebanyak 16 calon mahasiswa disabilitas mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) dengan skema ujian yang telah disesuaikan. Mereka terdiri dari 5 peserta tunarungu, 4 tunanetra, 3 tunagrahita, 1 anak dengan hambatan belajar, 1 peserta dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), serta 2 dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Berbeda dengan peserta umum yang menggunakan komputer, peserta disabilitas memperoleh soal dalam bentuk manual yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selama ujian berlangsung, para peserta didampingi relawan dari Program Studi Pendidikan Khusus untuk menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman.

“Mereka tidak menggunakan sistem komputer karena memiliki hambatan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kami berikan soal secara manual dan didampingi agar mereka bisa fokus dan nyaman saat mengerjakan,” ujar Kepala Biro Akademik ULM, Nieke Rezeki Febriantie, S.E., M.M.

Tak hanya berhenti pada ujian, setiap peserta juga menjalani asesmen lanjutan bersama orang tua atau pendamping. Proses asesmen ini ditangani oleh tim ahli dari Prodi Pendidikan Khusus ULM untuk menentukan kelayakan peserta dalam memilih program studi yang sesuai dengan karakteristik dan potensi mereka.

“Asesmen ini penting agar anak berkebutuhan khusus tidak ditempatkan di program studi yang kurang cocok. Jika dipaksakan, itu bisa berdampak buruk secara psikologis dan akademik bagi mereka,” tegas Feby.

Hasil asesmen nantinya akan dibahas bersama koordinator program studi tujuan, untuk memastikan peserta yang diterima benar-benar siap secara akademik dan emosional menjalani proses pendidikan hingga selesai.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, ULM juga mengupayakan beasiswa khusus bagi mahasiswa disabilitas. Tahun lalu, PT Bayan Resources memberikan 20 kuota beasiswa, namun karena jumlah penerima melebihi kuota, dilakukan seleksi internal. Peserta yang belum mendapat kuota diajukan untuk memperoleh beasiswa dari Belmawa Kemdikbudristek.

“Beasiswa ini adalah bentuk nyata bahwa hak atas pendidikan tinggi tidak boleh dibatasi oleh kondisi fisik atau mental. Ini adalah wujud afirmasi kami terhadap kesetaraan,” kata Feby.

Dengan pelaksanaan UTMBK inklusif dan proses asesmen menyeluruh, ULM berharap mampu menciptakan kampus yang adil, ramah, dan memberdayakan semua kalangan, serta melahirkan lulusan yang tangguh dan berdaya saing, tanpa diskriminasi. (Nd_234)

 

 

 

You cannot copy content of this page