Prof Mariana Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar Mikologi Pertanian ULM, Angkat Isu Ketahanan Pangan di Lahan Rawa

IMG-20250819-WA0013 (1)

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali melahirkan sosok akademisi berpengaruh. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Nomor 628/M/KPT.KP/2025, Prof Dr Ir Hj Mariana MP resmi dipercaya memangku jabatan Guru Besar di bidang Mikologi Pertanian pada Fakultas Pertanian ULM.

Pengukuhan dilaksanakan dalam sidang senat terbuka di Auditorium ULM Banjarbaru, Selasa (19/8/2025). Dalam kesempatan itu, Prof Mariana menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Peranan Jamur dalam Pengelolaan Penyakit Tanaman di Lahan Rawa”, tema yang relevan dengan keahliannya sekaligus mendukung visi ULM sebagai kampus unggul dalam pengelolaan lahan basah.

Lebih dari 40 tahun, Prof Mariana menekuni riset pengendalian penyakit tanaman, mulai dari masa kuliah S1 di ULM tahun 1984 hingga menempuh studi doktoral di Universitas Brawijaya pada 2003 dengan fokus pada ketahanan padi terhadap penyakit blas di lahan pasang surut Kalsel. Ia telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah dan buku, termasuk Mikologi Pertanian Lahan Basah (2024), Penyakit Antraknosa pada Cabai Rawit Banjar di Lahan Rawa (2023), dan Pengendalian Hayati Penyakit Padi Beras Merah Keramat di Lahan Basah (2022).

Dalam pidatonya, Prof Mariana menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan rawa sebagai lumbung pangan alternatif Indonesia. Menurutnya, lahan rawa menyimpan potensi besar untuk ketahanan pangan nasional, namun juga menghadapi tantangan serius berupa keasaman tanah tinggi, kejenuhan air, serta kerentanan terhadap penyakit tanaman akibat kelembaban ekstrem.

“Penggunaan fungisida di lahan rawa sudah intensif, dan beberapa jenis patogen kini mulai kebal terhadap pestisida. Ini berisiko memunculkan ras baru patogen yang lebih berbahaya. Maka, dibutuhkan strategi pengendalian berbasis ilmu pengetahuan agar lahan rawa benar-benar menjadi penopang pangan masa depan,” tegasnya.

Pengukuhan Prof Mariana menambah deretan Guru Besar ULM sekaligus mempertegas peran universitas terbesar di Kalimantan Selatan itu dalam riset dan inovasi pengelolaan lahan basah untuk menjawab tantangan pangan global. (Nd_234)

 

 

 

You cannot copy content of this page