Minat Baca Menurun, Dispersip Balangan Genjot Inovasi “Bu RT” untuk Hidupkan Budaya Literasi hingga Tingkat Rumah Tangga

IMG-20251201-WA0043~2

Jelajah Kalimantan News, Paringin –  Rendahnya minat baca masyarakat di Kabupaten Balangan menjadi perhatian serius Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) setempat. Beberapa faktor dinilai menjadi penyebab, mulai dari lokasi gedung perpustakaan yang kurang strategis, minimnya warga yang menjadi anggota perpustakaan, hingga rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan, H. Rody Rahmady Noor, Senin (1/12/2025), mengatakan kondisi tersebut berdampak pada lambatnya peningkatan jumlah anggota perpustakaan, terutama di wilayah pedesaan dan kelurahan pada tingkat RT. Padahal, kebutuhan informasi masyarakat terus berkembang.

“Dalam memaksimalkan peran perpustakaan, perlu tindakan dan inovasi untuk meningkatkan jumlah anggota hingga tingkat RT. Karena itu kami membentuk tim pelaksana inovasi Bu RT (Buku Rumah Tangga),” ujarnya.

Inovasi Bu RT, Cara Baru Hidupkan Literasi dari Rumah

Rody menjelaskan, inovasi Bu RT mengusung metode Sosialisasi dan Penerapan Buku Rumah Tangga, agar mudah diterapkan dan dipahami masyarakat. Sosialisasi dilakukan dalam kelompok kecil di berbagai wilayah Kabupaten Balangan, sehingga peserta dapat berdiskusi aktif bersama tim perpustakaan.

“Kegiatan sosialisasi dianggap efektif untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, karena diskusi berjalan interaktif antara tim dan masyarakat,” jelasnya.

Hasil survei kualitas pelayanan Dispersip Balangan tahun 2024 menunjukkan bahwa inovasi Bu RT mendapat respons positif. Nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap 9 unsur pelayanan mencapai 83,33 dengan kategori baik.

Dampak Inovasi: Akses Buku Meningkat, Kebiasaan Membaca Terbentuk

Rody menegaskan, inovasi Bu RT tidak hanya meningkatkan pelayanan, tetapi juga mendorong pemerintah dan lembaga pendidikan menghidupkan kembali budaya membaca mulai dari rumah.

“Inovasi ini membantu keluarga memiliki bahan bacaan yang layak tanpa harus ke perpustakaan atau toko buku. Hambatan geografis dan ekonomi dapat diminimalkan, sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca bersama antara orang tua dan anak,” ungkapnya.

Pada 2024, inovasi Bu RT diperluas dengan penambahan jejaring baru di Kelurahan Paringin Kota, penambahan dua anggota tim dokumentasi, serta kolaborasi dengan komunitas literasi Binar Aksa Balangan.

Sejak 2023 hingga 2024, jumlah penerima manfaat inovasi ini telah menembus lebih dari 1.000 orang. Selain itu, inovasi Bu RT turut berkontribusi meningkatkan capaian SKM Dispersip Balangan dengan nilai pelayanan tetap berada pada kategori baik.

“Dengan inovasi Bu RT, kami berharap budaya membaca tumbuh dari rumah, sehingga literasi masyarakat Balangan dapat meningkat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter Dayat 
Editor Nando

You cannot copy content of this page