Geospasial Banua Award 2026: Gubernur Muhidin Dorong Data Berkualitas untuk Pembangunan Kalsel yang Tepat Sasaran

0
IMG-20261021-WA0000

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru  – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin mendorong penguatan tata kelola data geospasial yang berkualitas, terintegrasi, dan akurat sebagai landasan perencanaan pembangunan daerah. Data geospasial dinilai penting untuk memetakan potensi wilayah sekaligus menentukan program prioritas guna mewujudkan Kalsel sebagai pusat logistik Kalimantan.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Muhammad Syarifuddin, saat menghadiri Penganugerahan Geospasial Banua Award 2026 di Aula Khalid Maksum, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Senin (19/10/2026).

Dalam sambutan yang dibacakan Sekdaprov Syarifuddin, Gubernur menegaskan bahwa pemetaan potensi pertanian, perikanan, industri, pariwisata, infrastruktur, hingga jalur logistik perlu dilakukan secara menyeluruh. Dengan data spasial yang baik, keterkaitan antarsektor dapat diketahui sehingga penentuan lokasi dan program prioritas pembangunan menjadi lebih tepat.

“Pembangunan yang tepat sasaran dimulai dari mengenali wilayah sendiri. Untuk menyiapkan fasilitas pendidikan dan kesehatan, kita perlu tahu lebih dahulu desa mana yang layanannya belum memadai. Untuk mengantisipasi bencana, kita perlu mengetahui kawasan mana yang paling berisiko,” demikian pesan Gubernur H. Muhidin.

Menurutnya, kualitas data geospasial berperan penting dalam memastikan anggaran pembangunan digunakan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Data yang akurat juga membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan kewilayahan serta menentukan intervensi pembangunan secara lebih efektif.

Gubernur Muhidin menekankan bahwa pengelolaan data bukan sekadar urusan teknis, melainkan tanggung jawab pimpinan di setiap instansi. Karena itu, setiap perangkat daerah perlu memastikan adanya penanggung jawab yang jelas, pengelola data yang kompeten, serta proses pemutakhiran dan pemeriksaan kualitas data secara berkala.

Ia juga meminta penguatan pemanfaatan data lintas lembaga sesuai kewenangan dan ketentuan akses yang berlaku. Setiap data harus memiliki sumber dan metadata yang jelas agar dapat digunakan oleh pihak lain tanpa menimbulkan kesalahan penafsiran.

Kepada pemerintah kabupaten dan kota, Gubernur mengajak agar koordinasi dengan pemerintah provinsi terus diperkuat untuk membangun sistem data yang saling terhubung.

Selain itu, hasil evaluasi Geospasial Banua Award 2026 diminta ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang terukur. Bappeda Kalsel diharapkan mengoordinasikan tindak lanjut bersama perangkat daerah terkait, sekaligus mendorong pertukaran praktik baik antara simpul jaringan informasi geospasial pusat dan daerah.

Gubernur juga mengajak Badan Informasi Geospasial (BIG), perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas pengelola informasi geospasial di daerah.

“Dari sanalah kebijakan satu peta dan satu data Indonesia akan benar-benar berjalan di Kalsel,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin, didampingi Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG, Ibnu Sofian, menyerahkan penghargaan kepada perangkat daerah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota sebagai bentuk apresiasi atas pengelolaan informasi geospasial.

Pada kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel meraih juara pertama. Posisi juara kedua diraih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, sedangkan juara ketiga diraih Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalsel.

Sementara itu, juara harapan pertama diraih Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, harapan kedua Dinas Kehutanan Kalsel, dan harapan ketiga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kalsel.

Untuk kategori pemerintah kabupaten/kota, Kota Banjarmasin berhasil meraih juara pertama. Pemerintah Kabupaten Banjar menempati posisi juara kedua, disusul Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu sebagai juara ketiga.

Adapun juara harapan pertama diraih Pemerintah Kota Banjarbaru, harapan kedua Pemerintah Kabupaten Kotabaru, dan harapan ketiga Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas data, memperkuat integrasi informasi, serta mengoptimalkan pemanfaatannya dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan.

Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, dalam laporannya menjelaskan bahwa Geospasial Banua Award merupakan ajang penghargaan yang mengadopsi Bhumandala Award, yakni penghargaan di bidang informasi geospasial tingkat nasional.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Bappeda selaku pembina data geospasial daerah ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Tujuannya untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah sekaligus mendorong peningkatan kinerja simpul jaringan informasi geospasial.

“Tahun 2026 ini merupakan kali ketiga pelaksanaan Geospasial Banua Award,” ujar Suprapti.

Mengusung tema “Tata Kelola Data yang Berkualitas Menuju Pembangunan yang Handal dan Berkelanjutan”, kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen seluruh perangkat daerah dalam membangun sistem informasi geospasial yang berkualitas dan terintegrasi.

Acara tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial BIG Ibnu Sofian, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan, para asisten dan tenaga ahli gubernur, dewan juri Geospasial Banua Award 2026, kepala SKPD provinsi dan kabupaten/kota terkait, serta pimpinan perguruan tinggi.

Melalui penguatan tata kelola data geospasial, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan potensi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Rin/Adpim)

Foto: Naimah Mahmudah/Biro Adpim

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page